"Kita ini banyak mengkonsumsi ikan budidaya. Tetapi kalau kita pikirkan lagi, ikan budidaya itu 70%-80% harga ikan ada di pakannya. Pakan ini 99% masih impor," ungkap Susi di Gedung Mina Bahari III, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Senin (1/12/2014).
Selama ini biaya produksi ikan budidaya seperti mujair dan lele banyak tersedot untuk pakan ikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Saut P Hutagalung menjelaskan impor tepung ikan RI cukup besar.
Ia mengungkapkan di tahun 2013 saja impor tepung ikan mencapai 60.200 ton dengan nilai US$ 74 juta. Ada 3 negara besar penyuplai tepung ikan impor ke Indonesia yaitu Chile, Vietnam, dan Tiongkok.
"Kalau budidaya makin meningkat ya berbanding lurus. Karena kasih makan contohnya kerapu, lele, budidaya makin naik, maka kebutuhan tepung ikan juga sama. Produksi kita terbatas," kata Saut.
Menurut catatan KKP, industri perikanan nasional membutuhkan tepung ikan per tahun mencapai 150.000 ton. Sebagian besar tepung ikan di dalam negeri masih didominasi dari impor.
(wij/hen)











































