Sandi cukup konsen pada perbaikan birokrasi, karena saat ini Indonesia menempati peringkat 120 dalam laporan yang dikeluarkan Bank Dunia bertajuk 'Doing Business 2014'. Laporan yang mengukur kemudahan orang untuk memulai dan menjalankan bisnis di sebuah negara.
"Birokrasi kita ini sekarang menghasilkan kemudahan menjalankan usaha itu di peringkat ke-120 lebih. Padahal kita ekonominya di peringkat ke-16. Tapi kita kemudahan menjalankan usahanya di peringkat ke-120," kata Sandiaga di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta Selatan, Senin (1/12/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandi ingin pemerintahan baru bisa melakukan perbaikan di bidang pendidikan sehingga bisa menghasilkan tenaga kerja yang lebih terdidik. Sehingga ujung-ujungnya akan tercipta daya saing dan berkembangnya industri dalam negeri.
Ia juga tak sepaham dengan kalangan buruh di Indonesia yang mengusulkan ada sistem penetapan upah minimum berdasarkan kurs rupiah terhadap dolar AS. Menurutnya sebagai bangsa berdaulat, Indonesia harus memakai rupiah dalam menetapkan upah.
"Jadi saya ajak teman-taman tenaga kerja, yuk kita sama-sama tingkatkan kualitas, tingkatkan daya saing," serunya.
(hen/dnl)











































