Kemarin Susi sudah menggelar pertemuan di Markas Besar TNI AL di Cilangkap, Jakarta Timur. Datang pada pukul 10.30 WIB, Susi yang lengkap menggunakan pakaian kebaya putih berselendang batik hijau bermotif, langsung disambut KSAL Marsetio.
Bagaimana cara susi memberantas mafia ikan di Indonesia? Simak hasil rangkuman detikFinance di sini, Selasa (2/12/2014).
Perjanjian dengan KSAL
|
|
Beberapa kesepakatan dalam MoU antara lain:
- Peningkatan bersama pengawasan laut dan hukum di wilayah Indonesia dengan kontrak kerjasama selama 5 tahun.
- Pertukaran data di bidang kelautan dan perikanan dengan kontrak kerjasama selama 5 tahun.
- Kerjasama kursus dan pelatihan pada pelaku kelautan dan perikanan, kerjasama 2 tahun.
- Survei penelitian dan pengkajian serta pemanfaatan sarana dan prasarana dengan kontrak kerjasama 5 tahun.
"Alhamdulillah akhirnya hari ini saya mewakili Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kepala Staf Angkatan Laut bisa menandatangani kerjasama dalam satu perjanjian MoU antara KKP bersama KSAL," kata Susi kemarin.
Kapal Ilegal Ditenggelamkan
|
|
Susi menegaskan TNI AL sudah tegas mendukung pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam pengawasan kapal-kapal ilegal dan aksi pencurian ikan di laut Indonesia.
"Nanti kalau kita operasi. Dengan MoU ini Pak KSAL sudah siap mem-back up kita," katanya.
Kerugian Akibat Illegal Fishing Capai Rp 240 Triliun
|
|
Data itu dinilai Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti cukup kecil. Menurut hitung-hitungannya, akibat illegal fishing, kerugian negara per tahun bisa mencapai US$ 20 miliar atau Rp 240 triliun.
"Apa yang terjadi di laut kita sulit sekali dibayangkan, ada ribuan kapal dan nilainya triliunan. Kalau kita duduk sama-sama, kita hitung bersama, saya percaya kerugian yang kita terima US$ 12,5 miliar (paling kecil) sampai US$ 15 miliar, hingga US$ 20 miliar," papar Susi.
Minta Perlindungan Jokowi
|
|
"Dulu awal saya di KKP ada sedikit kekhawatiran. Mafia illegal fishing ini banyak, kalau dobrakan saya ini membawa dampak. Saya minta perlindungan untuk semua bawahan saya," kata Susi.
Bahkan sejak awal ditunjuk oleh Presiden Jokowi, mantan CEO Susi Air ini meminta syarat agar tak diintervensi. Ia menegaskan apabila ada intervensi, maka siap mengundurkan diri dan kembali sebagai pengusaha ikan dan penerbangan di Pangandaran, Jawa Barat.
"Tidak hanya itu, saya juga minta perlindungan atas intervensi. Kalau (kebijakan) saya diintervensi, saya tidak mau loh. Saya balik ke Pangandaran," tegas Susi.
Ia menegaskan tidak takut dengan segala potensi ancaman yang terjadi, apalagi telah mendapat dukungan penuh dari Presiden Jokowi.
"Hantu memang tidak kelihatan, ngapain kita takut. Lihat saja tidak kok kita takut," katanya.
Tenggelamkan 5 Kapal Thailand
|
|
"Saya sudah dapat bukti semua. Kalau begitu, kita berhak nggak menenggelamkan? Atau nunggu panglima? Kita bilang ke Menko Maritim, lalu kita undang wartawan, kita tenggelamkan," tegas Susi.
Posisi terakhir 5 kapal asal Thailand itu sudah berada di dermaga Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Penangkapan 5 kapal dilakukan pihak KKP pada 5 November 2014 lalu.
Tidak hanya 5 kapal Thailand, KKP juga telah menangkap 1 kapal ikan asal Vietnam.
Halaman 2 dari 6











































