"Jika azas kelestarian tidak bisa lagi dilaksanakan, kita perang terhadap illegal dan unreported fishing," tegas Susi pada acara Gelar Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan 2014, di Gedung Mina Bahari III, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Selasa (2/12/2014).
Susi yang menggunakan pakaian berwarna serba merah itu menyatakan, tidak lagi bisa memaafkan pelaku illegal fishing. Akibat praktik illegal fishing negara Indonesia dirugikan cukup besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Susi, maraknya praktik illegal fishing berdampak pada hasil tangkap ikan di dalam negeri. Indonesia dengan panjang laut terbesar nomor dua di dunia, justru hasil ekspornya kalah dibandingkan negara di ASEAN, seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
"Data ekspor negara kita, Indonesia itu terpanjang kedua lautannya hanya menjadi eksportir nomor 5 di ASEAN. Sementara Malaysia, Thailand, Vietnam angka ekspornya 5 kali lebih besar dari kita. Pak Presiden setuju kita tidak bisa lagi melihat laut kita dijarah. Jutaan ton ikan, ratusan triliun dikeruk laut kita," tegas Susi.
(wij/dnl)











































