Menkeu Yakinkan CGI Defisit 1 % Tahun 2004 Masih Aman
Kamis, 20 Jan 2005 11:43 WIB
Jakarta - Menteri Keuangan Jusuf Anwar meyakinkan negara anggota CGI bahwa rencana pemerintah untuk meningkatkan defisit anggaran menjadi 1 persen pada tahun 2005 merupakan suatu target yang masih aman. Diharapkan, defisit anggaran itu tetap akan bisa memberikan pertumbuhan yang lebih baik atas kondisi makro ekonomi termasuk memberi prospek bagi peningkatan penciptaan lapangan kerja baru."Defisit anggaran 2005 dinaikkan dari rencana semula 0,7 persen menjadi 1 persen karena sudah memperhatikan berbagai hal seperti upaya penanganan dampak bencana tsunami di Aceh dan Sumut serta rencana untuk mengurangi subsidi BBM," kata Menkeu dalam presentasinya di depan sidang CGI di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (20/1/2005).Menkeu juga menyebutkan anggaran tahun 2005 sudah mengantisipasi berbagai hal seperti kemungkinan turunnya pertumbuhan ekonomi global, naiknya suku bunga AS dan juga kemungkinan kembali tingginya harga minyak dunia. Pemerintah dalam waktu dekat ini akan segera membahas revisi dari APBN 2005. Pada kesempatan itu Menkeu juga mengharapkan adanya bantuan dari negara-negara CGI baik berupa hibah maupun bantuan lain untuk dengan penanggulangan dampak tsunami. Berdasarkan estimasinya terutama melihat hasil Tsunami Summit, diperkirakan dana baik berupa hibah maupun pinjaman lunak yang akan dipakai untuk rekonstruksi Aceh dan Pulau Nias mencapai sekitar US$ 1 Miliar. Selain itu dengan adanya hibah dari berbagai lembaga atau negara donor, moratorium utang Paris Club sampai batas selesainya penilaian Bank Dunia dan IMF serta tambahan bantuan pembiayaan dari CGI, diharapkan bisa membantu upaya pemerintah untuk mengamankan anggaran. Ini mengingat pada tahun 2005 ini pemerintah juga berupaya untuk memangkas subsidi BBM dan dialihkan untuk program pengentasan kemiskinan.
(qom/)











































