Sempat Terputus, Jembatan yang Telan Rp 23 M Ini Sambungkan 'Nadi' Ekonomi Pantura

- detikFinance
Rabu, 03 Des 2014 07:45 WIB
Jakarta - Perbaikan Jembatan Comal di Pemalang, Jawa Tengah yang menghubungkan Pemalang-Pekalongan bakal rampung dua pekan lagi. Dampak perbaikan jembatan yang menelan dana APBN Rp 23 miliar ini akan membuat jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa kembali lancar setelah sempat terhambat karena antrean panjang jelang jembatan.

PPK Tegal-Pemalang Pekalongan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V Ditjen Bina Marga Kementerian PU-Pera Ya’foor Sulaiman menjelaskan, proyek perbaikan jembatan yang amblas pada 18 Juli 2014 telah mencapai 91%.

Ditargetkan sebelum 15 Desember 2014 mendatang, dua ruas jembatan sudah bisa dilalui sepenuhnya oleh kendaraan. Kini ruas jembatan yang sudah diperbaiki adalah ruas selatan atau yang menuju dari Semarang-Jakarta.

“Rampung 100% itu tanggal 15 Desember, namun kita upayakan dapat dilewati sebelum tanggal tersebut. Saat ini pekerjaan mencapai 91%," kata Ya'foor kepada detikFinance di lokasi pekerjaan akhir pekan lalu.

Dampak amblasnya Jembatan Comal beberapa bulan lalu telah membuat aktivitas ekonomi khususnya di Pantura Jawa Tengah sempat terganggu. Keberadaan Jembatan Comal yang menghubungkan Jalur Pantura di Pemalang dengan Pekalongan sangat penting karena berada dalam urat nadi Pantura Jawa Tengah.

Misalnya PT Pertamina (Peresro), amblasnya Jembatan Comal sempat mempengaruhi kegiatan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah-wilayah yang dihubungkan jembatan tersebut. Contohnya seperti SPBU di Tegal yang sempat kosong pasokan BBM-nya.

Dampak ekonomi akibat putusnya Jembatan Comal ini lebih dirasakan oleh pengusaha angkutan umum berbadan besar seperti Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan kendaraan logistik pengangkut barang seperti truk dan kontainer.

Dengan rampungnya pengerjaan jembatan ini, maka kegiatan ekonomi yang sempat terganggu tersebut dapat kembali berjalan normal. "Kalau ini sudah rampung 100%, lalulintas bisa normal lagi," kata Ya'Foor/

Ya'foor menjelaskan dari dua unit jembatan yang dikerjakan perbaikannya tersebut, satu unitnya telah dibuka dan bisa dilalui. "Yang di sisi selatan, yang arah Jakarta itu sudah kita buka. Tapi karena baru satu yang jadi, jadi itu dipakai dua arah sekaligus. Kalau sedang ramai diterapkan buka tutup jadi masih macet. Lalulintasnya belum normal (sekarang)," jelasnya.

Saat ini, hanya tinggal mengerjakan bagian konstruksi yang menghubungkan jalan di darat dengan badan jembatan yang berada di sisi utara. "Nanti akan kita aspal. Pengaspalan ini adalah yang progresnya paling besar. Jadi kalau ini selesai, berarti semua pekerjaan sudah selesai," tegas dia.

Ia menyebut, untuk melakukan proyek perbaikan jembatan tersebut diperlukan biaya Rp 23,8 miliar yang bersumber dari dana APBN yang dikelola Kementerian Pekerjaan Umum tahun 2014. "Kontrak kita nilainya Rp 23,8 miliar," jelasnya.

Ya'foor menjelaskan selain pengerjaan fisik jembatan, tim juga fokus pada perbaikan struktur tanah yang menopang pilar jembatan. Hal ini perlu menjadi perhatian khusus agar kejadian amblasnya jembatan tidak terulang.

"Karena kalau dari fisik jembatan kemarin sebenarnya nggak ada masalah. Hanya saja, struktur tanah di bawah yang harusnya jadi penompang pilar itu mengalami degradasi karena tersapu air. Makanya jembatannya amblas," tuturnya.

Untuk itu, saat ini di bagian bawah jembatan juga tengah dilakukan pemasangan bronjong, yaitu urugan batu yang diikat dengan jaring kawat. "Pekerjaan bronjong untuk di bawahnya. Tujuannya untuk mengembalikan struktur tanah mendekati struktur semula untuk mengembalikan kekuatan penompang jembatan," katanya.

Ya’foor mengungkapkan, setelah konstruksi selesai tahap selanjutnya adalah uji beban statis maupun dinamis oleh Direktorat Bina Teknik Ditjen Bina Marga Kementerian PU.Terutama untuk menguji kekuatan rangka.

"Nanti akan di jejerkan sekitar 8-10 truk tronton bermuatan yang roda as nya ada 3. Masing -asing diberi beban muatan muatan 20 ton, lalu dilihat parameter-parameternya, setelah lolos baru dibuka," katanya.

(hen/ang)