Investasi Emas Banyak Jenisnya, Mana yang Lebih Menarik?

Investasi Emas Banyak Jenisnya, Mana yang Lebih Menarik?

- detikFinance
Rabu, 03 Des 2014 09:52 WIB
Investasi Emas Banyak Jenisnya, Mana yang Lebih Menarik?
Jakarta - Berinvestasi emas bisa menjadi pilihan masyarakat yang ingin menyimpan dananya dalam jangka waktu yang lama. Tren harga emas yang cenderung naik, memungkinkan keuntungan di masa depan.

Berbagai jenis investasi ditawarkan mulai dari pembelian langsung ke kantor Antam dan fisiknya dibawa ke rumah hingga pembelian emas namun fisiknya dititipkan ke kantor Antam, ada pula investasi emas non fisik dengan melakukan trading dalam bentuk grafik harga emas.

"Harga emas secara tren naik terus kalau dalam bentuk batangan. Kalau untuk jangka pendek pasti belum akan kelihatan. Emas lebih untuk investasi jangka panjang. Macam-macam bentuk investasinya," ujar Manajer Pemasaran Logam Mulia Antam Bambang Widjanarko kepada detikFinance, Rabu (3/12/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bambang menyebutkan, salah satu jenis investasi emas adalah dengan sistem BRANKAS atau berencana aman kelola emas.

Dia menjelaskan, dengan cara ini, masyarakat bisa membeli emas, namun emasnya tidak dibawa pulang tapi dititipkan di Antam. Kelebihannya adalah harga per gram nya lebih murah. Misalnya, kata dia, emas 5 gram saat ini dibanderol sebesar Rp 494.000 per gram tapi jika membeli menggunakan sistem BRANKAS harganya menjadi Rp 483.600 per gram.

"Jadi ada selisih Rp 10.400 per gram. Nanti kalau mau dijual bisa diambil emasnya atau dicairkan, tinggal mengganti ongkos cetak emas Rp 300.000 per 100 gram atau Rp 3.000 per gram," jelas dia.

Sementara jenis investasi emas lainnya adalah dengan sistem berkebun emas. Cara ini agak berisiko karena mengacu pada spekulasi harga emas dalam waktu singkat.

"Ini cara investasi emas menggunakan spekulasi, di mana ekspektasinya naik terus. Beli emas lalu emasnya digadaikan. Hasil gadainya dibelikan emas lagi, begitu seterusnya. Sementara harga emas kan tidak selalu naik. Emas kan bukan untuk spekulasi karena ini diperuntukkan untuk jangka panjang," paparnya.

Jenis lainnya adalah investasi emas di bursa komoditas emas berjangka yaitu memperdagangkan emas bukan dalam bentuk fisik. Jual beli nilai emas dengan tujuan hanya mencari margin. Risikonya ada risiko fluktuasi.

"Jadi yang diperjual belikan itu nilainya. Fisiknya nggak ada. Risikonya ada di fluktuasi harga. Fluktuasi harga harian jadi harus dipantau setiap menit, detik," kata Bambang.

Masih ada lagi beberapa jenis investasi emas yang akan dibahas. Simak terus beritanya di detikFinance.

(drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads