Mereka mendesak revisi upah minimum kabupaten/Provinsi dengan angka minimal Rp 3 jutaan di DKI Jakarta, Botabeka serta daerah padat Industri lainnya, serta merevisi permenaker 12/2013 tentang KHL dari 60 menjadi 84 item.
Tuntutan ini bagian dari 7 isu utama mereka dalam rencana aksi mogok nasional pekan depan. Desakan UMP hingga Rp 3 juta karena pemerintah harus mempertimbangkan kenaikan harga BBM subsidi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekertaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi mengatakan selain 3 Konfederasi tersebut, mogok nasional akan diikuti oleh Federasi Serikat pekerja lainnya yang totalnya mencapai 40 Federasi Serikat Pekerja.
"Ada 2 isu utama dan 5 isu lainnya yang menjadi tuntutan dalam mogok nasional kami nantinya," kata Rusdi dalam keterangan tertulis seperti dikutip dari situs KSPI, Rabu (3/12/2014).
Tujuh isu yang akan dijadikan tuntutan dalam aksi Mogok Nasional antara lain:
- Revisi upah minimum kabupaten/Provinsi dengan angka minimal Rp 3 jutaan di DKI Jakarta, Botabeka serta daerah padat industri lainnya, serta merevisi Permenaker 12/2013 tentang KHL dari 60 menjadi 84 item.
- Tolak kenaikan harga BBM sebesar Rp 2.000/liter karena efek bola saljunya yang telah menaikkan harga lainnya sehingga menurunkan daya beli dan menaikkan angka inflasi dan angka kemiskinan serta gini koefisien.
- Perbaiki program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan BPJS Kesehatan khususnya terkait fasilitas klinik/RS dan jumlah Peserta Bantuan Iuran (PBI) agar seluruh rakyat Indonesia bisa mendapatkan jaminan kesehatan tanpa batasan biaya.
- Implementasi jaminan pensiun per 1 Juli 2014 tanpa pentahapan untuk pekerja swasta, dengan manfaat bulanan yang diterima saat usia pensiun sebesar 75% dari gaji terakhir.
- Hapus sistem kerja outsourcing, terutama di BUMN dan angkat para pegawai dan guru honor menjadi PNS.
- Revisi UU TKI hingga Juni 2015 dan sahkan RUU PRT.
- Hentikan kekerasan aparat kepolisian dalam pengamanan aksi aksi buruh, mahasiswa, dan rakyat Indonesia.
Sedangkan gaji terendah PNS adalah Rp 1.402.400/bulan untuk PNS Golongan I a dengan masa kerja 0 tahun.
"Ya itu nggak realistis. Gaji sarjana yang masuk S-1 Rp 2,3 juta sementara lulus SD Rp 2,7 juta di (pabrik) garmen. Sekolah mahal, lama lagi," kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Tenaga Kerja Benny Soetrisno kemarin.
(hen/hds)











































