Harga Minyak Anjlok, Rusia di Ambang Resesi Ekonomi

Harga Minyak Anjlok, Rusia di Ambang Resesi Ekonomi

- detikFinance
Rabu, 03 Des 2014 10:45 WIB
Harga Minyak Anjlok, Rusia di Ambang Resesi Ekonomi
Foto: Reuters
Jakarta - Pemerintah Rusia memperkirakan negaranya berpeluang besar mengalami resesi tahun depan. Hal ini memang sudah diperkirakan banyak pihak, tetapi baru kali ini pemerintah Negeri Beruang Merah mengakuinya.

Seperti dikutip dari CNN, Rabu (3/12/2014), pemerintah Rusia memperkirakan ekonomi negara tersebut akan terkontraksi 0,8% pada 2015. Ini terungkap dalam rencana perubahan anggaran negara 2015.

Pemerintah memperkirakan ekonomi akan melambat karena 2 hal utama. Pertama adalah pelemahan mata uang rubel, dan kedua anjloknya harga minyak sampai di bawah level US$ 80/barel. Dalam anggaran awal, harga minyak diasumsikan US$ 100/barel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, bisa saja kenyataan di lapangan akan lebih buruk dari perkiraan pemerintah. Pasalnya, harga minyak saat ini sudah jauh di bawah US$ 80/ barel.

Pemerintah Rusia punya skenario yang lebih pesimistis, yaitu harga minyak jatuh sampai di kisaran US$ 60/barel. Bila ini terjadi, maka ekonomi Rusia pada 2015 akan terkontraksi lebih dalam, yaitu 3,5-4%.

Rusia memang sangat tergantung pada minyak. Separuh dari pendapatan negara berasal dari penjualan minyak dan gas. Ketika pendapatan dari migas berkurang, maka defisit anggaran tentu membengkak.

Sebenarnya bukan 2 hal itu saja yang membuat ekonomi Rusia 'berdarah-darah'. Sanksi dari negara-negara Barat diperkirakan memberi dampak kepada Rusia hingga US$ 60-80 miliar (Rp 720-960 triliun) pada 2015.

Akibat tidak adanya pasokan pangan impor dari negara-negara Barat, harga kebutuhan pokok di Rusia pun melonjak. Tahun ini, inflasi diperkirakan mencapai 9,7% dan tahun depan bisa 9%.

Beban anggaran semakin berat ketika pemerintah masih harus menanggung jaminan sosial dan pensiun. Pemerintah diperkirakan terpaksa merogoh dana cadangan sampai US$ 9,3 miliar (Rp 111 triliun).

(hds/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads