Saat tiba di lokasi acara, Susi yang menggunakan pakaian serba ungu dan rok pendek langsung meminta maaf kepada puluhan wartawan mancanegara yang tergabung dalam Jakarta Foreign Correspondents Club.
"Saya mohon maaf datang terlambat, sekali lagi saya mohon maaf," kata Susi, Rabu (3/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena ada rapat lama dengan bapak presiden. Sekali lagi saya mohon maaf karena bertemu dengan bos, dan saya duduk lalu mendengarkan," kata Susi yang menggunakan bahasa Inggris.
Setelah itu, Susi menceritakan sejarah hidupnya yang lulusan SMP, menjadi pengusaha perikanan, sampai mendirikan maskapai penerbangan Susi Air.
"Saya senang. Pada dasarnya 95% peran Susi Air sangat vital bagi konektivitas antar pulau terpencil. Saya ini lulusan SMP, tetapi punya gambaran di bisnis perikanan dan penerbangan di Indonesia," kata Susi yang disambut tepuk tangan.
Susi lalu menjelaskan peran Susi Air semakin berkembang saat tsunami di Aceh pada 2004. Saat itu, Susi Air setiap hari harus terbang guna mendistribusikan bahan makanan kepada korban tsunami.
"Pada 2004, Susi Air mulai berperan terutama pada kejadian tsunami Aceh saat itu," sebutnya.
Perannya yang cukup besar dan mahirnya Susi di bidang bisnis perikanan membuat Presiden Jokowi tertarik. Dengan mengungkapkan visi dan misinya ingin memajukan laut Indonesia, akhirnya Susi dipilih Presiden Jokowi sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.
"Sekarang pekerjaan saya melindungi laut dari foreign fishing vessel," tegas Susi.
(wij/hds)











































