"Setiap hari saya mendapatkan 100 SMS," kata Susi di depan puluhan wartawan asing yang tergabung dalam Jakarta Foreign Correspondents Club (JFCC) di Intercontinental Hotel, Jakarta, Rabu (3/12/2014).
Selain dari para pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), mayoritas SMS yang didapat Susi datang dari masyarakat umum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di dalam kesempatan itu, Susi juga mengungkapkan kepada masyarakat bahwa seluruh data yang berisi perizinan kapal dan jumlah kapal yang mencari ikan di laut Indonesia dapat diakses secara terbuka di website KKP.
"Melihat VMS (Vessel Monitoring System), Indeso (Infrastructure Development for Space Oceanography), setiap orang dapat mengakses secara online," sebutnya.
Ia juga menyuarakan agar masyarakat Indonesia gencar mengampanyekan anti illegal fishing di media sosial seperti Facebook atau Twitter.
(wij/hds)











































