Pria kelahiran Yogyakarta, 23 April 1947 ini mengaku punya cerita soal angka keberuntungan. Irwan mengatakan bisnis jamu Sido Muncul ternyata berawal dari sebuah rumah di Jalan Ketandan No 8 Yogyakarta yang diimulai pada tahun 1941 oleh kakek dan neneknya.
Angka 8 bagi Irwan bukan sebuah kebetulan, misalnya berdasarkan Forbes ia masuk daftar ke-44 orang terkaya di Indonesia. Angka 44 bila digabungkan atau ditambahkan menjadi angka 8. Selain itu, Forbes menyebutkan kekayaan US$ 660 juta atau hampir Rp 8 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nomor keberuntungan Sido Muncul nomor 8. Usaha Sido Muncul dimulai dari Yogyakarta. Mungkin angka keberuntungan, Sido Muncul lahir dari jalan Ketandan No 8," ungkap Irwan kepada detikFinance, Kamis (4/12/2014).
Irwan mengatakan semua yang terjadi di dunia ini bukan suatu yang kebetulan, namun sudah diatur oleh Tuhan. Baginya, sebagai pengusaha hanya terus bekerja termasuk memperluas bisnis, seperti merambah bisnis farmasi. Tahun ini, lanjut Irwan, Sido Muncul merambah bisnis farmasi dengan mengakuisisi PT Berlico Mulia Farma pada September lalu.
"Saya bukan soal percaya, kenyataannya seperti itu. Memang seperti kebetulan, padahal di dunia nggak ada yang kebetulan. Sudah diatur sama Tuhan," katanya.
Irwan merupakan generasi ketiga dari pendiri Sido Muncul, pasangan suami-istri Siem Thiam Hie yang lahir pada 28 Januari 1897 dan wafat 12 April 1976 bersama istrinya Go Djing Nio yang terlahir pada tanggal 13 Agustus 1897 dan wafat 14 Februari 1983.
Mereka memulai usaha pertamanya dengan membuka melkrey, yaitu usaha pemerahan susu yang besar di Ambarawa, Jawa Tengah. Tahun 1941, mereka memformulasikan Jamu Tolak Angin yang saat itu menggunakan nama Jamu Tujuh Angin, di Yogyakarta.
Pada 1949, mereka mengungsi ke Semarang karena agresi militer II Belanda, dan mendirikan usaha jamu dengan nama Sido Muncul, di Jalan Mlaten Trenggulun No. 104 itulah, usaha jamu rumahan dimulai dengan di bantu oleh tiga orang karyawan.
Pada tahun 1970, dibentuk persekutuan komanditer dengan nama CV Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul. Kemudian pada 1975, bentuk usaha industri jamu pun berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, dimana seluruh usaha dan aset dari CV Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul digabungkan, dan dilanjutkan oleh perseroan terbatas ini.
Dalam perkembangannya, pabrik yang terletak di Jl Mlaten Trenggulun ternyata tidak mampu lagi memenuhi kapasitas produksi yang semakin besar. Oleh sebab permintaan pasar yang semakin tinggi, membuat generasi kedua dari pendiri PT Sido Muncul, yaitu Desy Sulistio yang merupakan ibunda Irwan Hidayat, memutuskan untuk memindahkan pabrik ke Lingkungan Industri Kecil di Jalan Kaligawe Semarang pada tahun 1984.
(hen/hds)











































