CGI Setujui Pinjaman dan Hibah Non-Aceh US$ 3,4 Miliar
Kamis, 20 Jan 2005 20:58 WIB
Jakarta - Sidang ke-14 Consultative Groups on Indonesia (CGI) yang berlangsung 19-20 Januari 2005 akhirnya menyepakati pinjaman dan hibah (pledge) bagi Indonesia di luar penanggulangan bencana Aceh-Sumut sebesar US$ 3,4 miliar. Komitmen ini akan disalurkan untuk tahun 2005."Pledge CGI di luar bantuan terhadap penanggulangan bencana di Aceh dan Sumut sebesar US$ 3,4 miliar, yang terdiri dari US$ 2,8 miliar disalurkan lewat APBN dan US$ 600 juta disalurkan langsung diluar APBN," kata Menko Perekonomian Aburizal Bakrie saat jumpa pers penutupan sidang CGI didampingi Menkeu Jusuf Anwar, Menneg PPN/Kepala Bappenas Sri Mulyani dan juga lembaga donor seperti Bank Dunia, ADB, IMF dan juga dubes Jepang di Gedung Bank Indonesia, Jl MH Thamrin, Jakarta, Kamis (20/1/2004).Ditegaskan oleh Aburizal Bakrie dana sebesar US$ 600 juta yang akan disalurkan langsung diluar APBN semuanya berupa hibah. Nantinya dana ini akan disalurkan melalui jalur diluar APBN seperti lewat LSM, institusi lain dan masyarakat secara langsung.Sementara untuk dana yang akan dialokasikan melalui APBN sebesar US$ 2,8 miliar akan terdiri dari pinjaman program sebesar US$ 0,9 miliar dan pinjaman proyek sebesar US$ 1,9 miliar termasuk didalamnya dalam bentuk hibah sebesar US$ 200 juta.Menurut Aburizal, Beberapa negara seperti Jerman, Perancis dan Italia juga menyampaikan komitmennya untuk memberikan tambahan alokasi untuk program debt swap yang jumlahnya akan dibicarakan dalam waktu dekat. Selain itu, sejumlah negara juga menyetujui memberikan debt moratorium kepada Indonesia sesuai dengan keputusan Paris Club pada 12 Januari 2005 lalu.Dalam penjelasannya Menko Perekonomian kembali menekankan meskipun Indonesia pada tahun 2005 ini memperoleh komitmen baru dari CGI namun secara keseluruhan stok utang Indonesia pada tahun ini akan tetap turun karena dalam APBN telah dianggarkan pos pembayaran pokok utang yang jatuh tempo sebesar US$ 5,5 miliar. "Jadi kalau dihitung kita memiliki netto utang US$ 2,7 miliar tahun ini," tegasnya.Menko Perekonomian lantas melanjutkan rasio utang Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) juga akan semakin menurun dari 88,1 persen pada 1999 menjadi 53 persen pada 2004 dan 48 persen pada 2005. "Angka ini menunjukkan suatu tingkat yang baik, bahwa untuk standar negara-negara maju (OECD) yang menetapkan batas 60 persen sebagai batas aman beban utang pemerintah suatu negara," ujar Aburizal. Adapun tiga besar negara/donor pemberi komitmen dalam CGI non-Aceh kali ini tetap sama seperti tahun lalu yakni Jepang dengan total komitmen US$ 715 juta, Bank Dunia US$ 730 juta dan ADB US$ 650 juta. Sehingga dari ketiga kreditur itu terkumpul total komitmen US$ 2,95 miliar.
(san/)











































