Perintah Jonan: Pegawai Kemenhub Harus Bekerja Saat Natal dan Tahun Baru

ADVERTISEMENT

Perintah Jonan: Pegawai Kemenhub Harus Bekerja Saat Natal dan Tahun Baru

- detikFinance
Jumat, 05 Des 2014 18:33 WIB
Ilustrasi (Foto: dok.detikFinance)
Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan telah mempersiapkan angkutan liburan natal dan tahun baru. Perintah Jonan, seperti disampaikan Plt Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Sugihardjo, agar aspek keselamatan dan pelayanan menjadi fokus seluruh jajaran Kemenhub.

Maka dari itu, Jonan meminta seluruh petinggi Kemenhub mulai level Direktur Jenderal (Dirjen) ke bawah untuk turun langsung memantau sarana dan prasarana transportasi darat, udara, laut hingga kereta api.

Jonan hanya memberi libur Natal bagi pegawai yang merayakan. Menjelang Natal dan Tahun Baru semua pegawai yang sudah ditunjuk harus mau bekerja dan memantau langsung.

"Yang baru ialah pemberian aspek keselamatan dan layanan. Pak Menteri tugaskan eselon I tugas di lapangan bukan di kantor tapi turun ke lapangan. Nggak hanya di Jawa tapi ke luar Jawa sehingga berpengaruh layanan dan keselamatan yang diberikan oleh operator," kata Sugihardjo saat press conference Angkutan Natal dan Tahun Baru di Kemenhub, Jakarta, Jumat (5/12/2014).

Ia menambahkan, ini merupakan pertama kali para pegawai Kemenhub memantau langsung ke lapangan saat Natal dan Tahun Baru. Pada era kepemimpinan menteri-menteri sebelum Jonan, pemantauan dilakukan dari jauh dan hanya monitoring.

Kemenhub akan mengecek kesiapan armada dan fasilitas transportasi untuk kesiapan liburan natal dan tahun baru. Seperti melarang proses docking kapal laut saat arus liburan natal dan tahun baru.

Begitu juga memeriksa kecakapan awak transportasi seperti masinis, pilot, nahkoda hingga sopir akan diperiksa secara ketat.

"Kalau masyarakat tiba malam hari, ada harus ada angkutan lanjutan. Ada fasilitas untuk istirahat di malam hari bagi yang ingin melanjutkan perjalanan esok pagi," ujarnya.

Kemenhub juga akan berkoordinasi dengan instansi lain. Alasannya ada lini-lini terkait saat menghadapi musim liburan seperti penanganan potensi musibah bencana alam.

"PU sediakan alat berat untuk antisipasi longsir, Kementerian ESDM siapkan pasokan BBM sepanjung jalur. Jasa raharja untuk cover perjalanan," sebutnya.

Ia memproyeksi pengguna angkutan terbesar ialah angkutan pesawat, kereta kemudian angkutan laut. Total penumpang saat liburan natal dan tahun baru mencapai 14 juta orang atau meningkat 4,9% dari tahun sebelumnya.

"Waktu penyelenggaraan beda dengan masa lebaran. Lebaran kan terpaku hari tertentu yakni harus sampai di kampung sebelum idul fitri. Kalau natal dan tahun baru tidak," jelasnya.

Tindak Tegas Operator Bus Jual Tiket Mahal

Kemenhub berjanji akan memberi sanksi tegas kepada operator transportasi seperti bus kelas ekonomi yang menjual tarif atau tiket di atas tarif batas atas yang dipatok. Sanksi bermacam-macam tergantung tingkat kesalahan, seperti teguran hingga pelarangan penggembangan usaha.

"Ada sanksi untuk operator bus ekonomi yang melanggar tarif di luar batas atas. Pelanggaran lama sama baru sekali, dia lebih ringan daripada yang beberapa kali. Pertama sanksi adminstratif, terkait standar optimium hingga pelarangan pengembangan usaha," kata Sugihardjo.

Sugihardjo menerangkan potensi kecurangan ini umumnya terjadi di luar terminal resmi seperti terminal bayangan. Alhasil ia menyarankan masyarakat untuk membeli tiket di terminal. Tidak hanya itu, operator terminal juga diminta mengingatkan penumpang melalui pengumuman-pengumuman.

"Berangkat dari terminal yang resmi atau pool resmi. Di sana ada petugas yang awasi. Yang repot kalau naik dari terminal bayangan dan pool tidak resmi," jelasnya.

Jika penumpang dirugikan terkait pelayanan hingga mengabaikan keselamatan, maka penumpang bisa mengadukan hal tersebut kepada Kemenhub. Kemenhub membuka sistem pemantauan arus liburan natal dan tahun baru.

Antara lain bisa mengirim sms ke: 081380068000 dan 3977 atau mengirim email ke: rttmc-dephub@dephub.go.id.

(feb/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT