Pria yang akrab disapa CT ini, sebelumnya pernah menjabat Menko Perekonomian, bahkan merangkap Menteri ESDM dan Menteri Kehutanan beberapa bulan sebelum berakhirnya jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Apa jawaban CT?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengusaha pemilik CT Corp ini mengatakan, dia sebenarnya telah diminta menjadi menteri oleh Presiden SBY di 2004 dan 2009, namun dia menolak.
"Kerja jadi birokrat sampai jam 2-3 pagi tidak mungkin, karena pegawai-pegawai kan pulangnya jauh-jauh. Paling Jam 9 atau jam 10 (malam), paling telat jam 11. Artinya jam kerja saya lebih pendek, tenaga saya lebih ringan, tapi kenapa muka saya kusut. Rupanya saya stres karena betul-betul pressure-nya," papar CT.
Dia bercerita, dirinya diminta Presiden SBY untuk menjadi Menko Perekonomian untuk menjaga ekonomi Indonesia stabil di tengah menurunnya perekonomian dunia.
"Jadi waktu Pak SBY minta saya, plis saya minta betul pak CT jangan menolak, karena situasinya seperti ini. Karena tahu persis kita kena spiral down (ekonomi turun), harga-harga tinggi. Kemudian saya diminta, akhirnya alhamdulillah harga stabil," jelas CT.
"Setelah itu, saya tak akan menjabat lagi siapapun presidennya. Jadi saya akan dalam posisi ditarik kiri-kanan, saya tidak bisa kerja makanya saya tidak bisa," imbuh CT.
Pada kesempatan itu CT mengatakan betapa bersyukur dan leganya, saat menjabat menteri, dirinya bisa menjaga harga-harga pangan stabil.
"Ini saya mau cerita satu rahasia. Kenapa Pak Harto bisa berkuasa. Karena Pak Harto bisa selalu jaga stabilitas harga," jelasnya.
(drk/dnl)











































