Mengintip Proyek Terminal 4 Bandara Changi yang Luasnya 27 Kali Lapangan Bola

Mengintip Proyek Terminal 4 Bandara Changi yang Luasnya 27 Kali Lapangan Bola

- detikFinance
Senin, 08 Des 2014 10:54 WIB
Mengintip Proyek Terminal 4 Bandara Changi yang Luasnya 27 Kali Lapangan Bola
Jakarta - Changi Airport Group pengelola Bandara Changi, Singapura menambah satu terminal lagi untuk mengantisipasi terus bertambahnya jumlah penumpang. Terminal baru ini akan selesai pada 2017.

"Kami sedang dalam tahap pembangunan terminal baru yakni Terminal 4, ditargetkan selesai pada 2017," ujar Assistant Vice President Corporate & Marketing Communication Changi Airport Group, Kelvin Ng ditemui di Bandara Changi, Singapura, akhir pekan lalu.

Kelvin mengatakan, terminal 4 ini akan melengkapi 3 terminal Bandara Changi dapat menampung sebanyak 66 juta penumpang per tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yuk, kita lihat rencana proyeknya seperti apa, seperti dirangkum detikFinance, Senin (8/12/2014).

Luasnya 27 Kali Lapangan Bola

"Saat ini dengan 3 terminal Bandara Changi dapat menampung kapasitas 66 juta penumpang per tahun. Sampai Agustus tahun ini Bandara Changi sudah menampung 55,2 juta penumpang," ungkapnya.

Ia menambahkan, Terminal 4 ini didesain untuk memberikan pelayanan penuh bagi penumpang domestik dan penerbangan berbiaya murah.

"Terminal 4 ini nantinya untuk melayani penerbangan regional dan low cost carriers," ucapnya.

Kelvin menambahkan lagi, dengan tambahan Terminal 4 pada 2017, ditargetkan dapat menambah kapasitas penumpang hingga 16 juta penumpang per tahun.

"Diperkirakan Terminal 4 ini dapat menampung 16 juta penumpang per tahun. Akan ada dua lantai dengan ketinggian 25 meter dan luasnya sekitar 195.000 meter persegi atau sekitar 27 kali lapangan bola," tutupnya.

'Donat' Raksasa

Akhir pekan lalu Changi Airport Group meresmikan pembangunan kubah raksasa mirip donat yang dinamakan Jewel Changi Airport.

Kok donat? Berdasarkan tampilan desain bangunannya, jika dilihat dari atas nampak seperti donat karena ada lubang di tengah-tengah kubah tersebut.

Chief Executive Officer Changi Airport Group & Chairman of Jewel Changi Airport Devt Pte Ltd Lee Seow Hiang mengatakan, proyek Jewel ini merupakan suatu gambaran bahwa fungsi bandara bukan hanya sebagai pintu gerbang penerbangan, tapi juga sebagai tujuan wisata.

"Jewel merupakan sebuah inovasi terpenting dari Bandara Changi selama 30 tahun terakhir, proyek ini merupakan salah satu masa depan bandara. Menghadapi persaingan yang ketat, kami menantang diri untuk memikirkan kembali apa fungsi bandara yang bukan hanya sebagai pintu gerbang penerbangan, tetapi dapat juga sebagai tujuan wisata," ungkap Lee di acara Groundbreaking Jewel Changi Airport, di Bandara Changi.

Proyek Jewel Changi ini ditargetkan akan selesai pada akhir 2018, jadi setelah Terminal 4 selesai pada 2017 dengan kapasitas 16 juta penumpang per tahun, kemudian setahun kemudian proyek Jewel selesai.

Luas bangunan Jewel Changi ini mencapai 134.000 meter persegi, letaknya di tengah-tengah terminal 1, 2, 3 dan 4 yang sedang dalam pengerjaan.

Di dalam kubah donat raksasa ini, akan berisi berbagai fasilitas mulai dari taman indoor dan tempat rekreasi, toko-toko ritel dan fasilitas hotel, semua di bawah satu atap. Dinding kubah raksasa ini terbuat dari kaca dan baja.

Air Terjun Dalam Ruangan Tertinggi di Dunia

Di dalam kubah tersebut terdapat air terjun setinggi 40 meter.

"Salah satu pusat hiburan Jewel adalah Foret Valley, sebuah taman dalam ruangan berlantai lima yang sangat luas, dipenuhi ribuan pohon, tanaman, pakis dan tanaman semak-semak," ujar Chief Executive Officer of Changi Airport Group and Chairman of Jewel Changi Airport Devt Pte Ltd Lee Seow Hiang, di acara Groundbreaking Jewel Changi, Bandara Changi, Singapura, Jumat (5/12/2014).

"Dan pastinya sebagian besar tanaman adalah asli," tambahnya.

Selain ribuan pohon, obyek utama paling menarik pada Jewel Changi adalah adanya air terjun dalam bangunan tersebut, tingginya mencapai 40 meter.

"Obyek utama tentunya Rain Vortex yang tingginya 40 meter, harapan kami ini menjadi air terjun dalam ruangan tertinggi di dunia," katanya.

Air terjun ini terletak di pusat terminal baru. Pada malam hari Rain Vortex akan berubah menjadi pertunjukan air terjun yang dilengkapi dengan efek khusus tata cahaya dan suara.

"Air terjun berasal dari kolam penampungan yang berada di lantai bestment, air disedot ke atas begitu seterusnya, namun jika hujan lebat, maka pompa dimatikan, karena air terjunnya menggunakan air alami dari hujan," tutupnya.

Telan Biaya Rp 14 Triliun

"Pada hari ini, Jewel Changi Airport Trustee Pte Ltd sebuah perusahaan patungan antara Changi Airport Croup dan CapilaMalls Asia melakukan peletakan batu pertama yang menandai dimulainya proyek Jewel yang akan dibangun di depan Terminal I Bandara Changi," kata Cheif Executive officer of Changi Airport Group, and Chairman of Jewel Changi Airport Devt Pte Ltd Lee Seow Hiang.

Lee mengatakan, untuk membangun Jewel Changi Airport ini dan ditargetkan selesai akhir tahun 2018 membutuhkan dana sekitar Rp 14,1 triliun.

"Kontrak senilai S$ 1,57 miliar (kurs dolar Singapura Rp 9.000) telah diberikan kepada usaha patungan yang dibentuk antara Woh Hup Limited dan Obayashi Singapore Private Limited, untuk pembangunan Jewel dan pekerjaan yang berkaitan dengan perluasan Terminal I Bandara Changi," ungkap Lee.

Dirancang Arsitek Marina Bay

Marina Bay Sands merupakan salah satu bangunan terkenal dan termegah di Singapura saat ini. Kali ini sang arsitek Marina Bay Sands, ikut memimpin proyek perhiasan raksasa yakni Jewel Changi Airport atau terminal 4.

Chief Executive Officer of Changi Airport Group Lee Seow Hiang mengatakan, proyek Jewel Changi Airport dirancang oleh arsitek kelas dunia yakni Moshe Safdie.

"Jewel akan menampilkan fasad (tampilan luar) khas berbentuk kubah yang terbuat dari kaca dan baja," kata Lee.

Ditemui dilokasi yang sama, pria kelahiran Haifa, Israel 1938 ini mengungkapkan, dirinya sama sekali tidak terinspirasi oleh donat dalam merancang Jawel Changi.

"Bukan, bukan donat, memang sekilas seperti donat tapi lubangnya tidak berada pas di tengah," kata Safdie.

Ia mengungkapkan, bentuk bangunan Jewel tersebut merupakan Toroid, yang dalam dunia elektronika merupakan induktor.

"Ini Toroid, proyek Jewel Changi ini sangat-sangat rumit sekali," tutupnya.

Tambah Terminal 5

Bandara Changi Singapura benar-benar mengelontorkan dana besar untuk menambah fasilitas dan kapasitas bandaranya. Tidak hanya proyek Terminal 4 dan Jewel Changi Airport yang canggih dan megah, saat ini sedang dipersiapkan pembangunan Terminal 5.

Assistant Vice President Corporate & Marketing Communication Changi Airport Group, Kelvin Ng mengatakan, saat ini sedang disiapkan pembangunan terminal 5 Bandara Changi yang kapasitasnya paling besar mengalahkan Terminal 1,2,3 dan bahkan Terminal 4 yang baru akan selesai pembangunannya 2017 nanti.

"Jika kapasitas Terminal 4 seluas 27 lapangan bola dapat menampung 16 juta penumpang per tahun, Terminal 5 per tahun nanti akan dapat menampung 50 juta penumpang, di sebelahnya Terminal 5 juga akan dibangun Aviation Industry Zone," ungkap Kelvin ditemui di Bandara Changi, Singapura.

Kelvin mengatakan, Terminal 5 ini diperkirakan akan selesai pada pertengahan 2020, sehingga dengan 5 terminal yang ada di Bandara Changi, dapat melayani penumpang hingga 135 juta penumpang per tahun.

"Saat ini kapasitas bandara dapat menampung 66 juta penumpang per tahun, ditambah Terminal 4 jadi 16 juta penumpang, masuk lagi pada 2020 Terminal 5 kapasitas bandara dapat menampung 135 juta penumpang per tahun," tutupnya.
Halaman 2 dari 7
(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads