Susi mengatakan, pihaknya sudah menempuh cara yang sangat baik. Dengan halus Susi bertanya pada salah satu nelayan asing terkait aktivitasnya di perairan Indonesia.
"Saya sudah lakukan dengan cara persuasif, memanggil dengan cara yang baik. Tapi ternyata saya bilang kemarin sama Pak Menko, mentang-mentang saya ijazah SMP (saya disepelekan)," tutur Susi, Senin (8/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Susi merasa dibodohi oleh nelayan tersebut saat dirinya menanyakan berapa hasil tangkapannya. Nelayan tersebut menjawab 50 ton yang membuat Susi merasa dianggap remeh karena seolah tak tahu apa-apa.
Susi membuat suasana di gelaran ini sedikit tegang. Dengan nada yang menggebu-gebu, Susi menegaskan bahwa untuk kapal berukuran 200-300 gross ton paling tidak mendapatkan hasil tangkapan 600 ton.
"Saya dongkol banget. Masih dianggap saya masih bisa dibodohin. Ini orang cari penyakit," tuturnya.
Akhirnya Susi mencabut semua izin usaha kapal tersebut untuk mencari ikan di Indonesia. "Bukan menyepelekan saya secara pribadi, tapi menyepelekan ini negara," tegas Susi yang disambut riuh tepuk tangan hadirin.
(zul/hds)











































