"Kita punya mimpi saat saya di Belgia, saya lihat nelayan sudah bisa online. Nelayan sudah tahu di darat harga ikan berapa," kata Susi di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Senin (8/12/2014).
Menurut Susi nelayan di Belgia sudah melek dengan teknologi sehingga bisa tahu informasi pasar. Sistem yang Susi maksud adalah e-marketing alias sistem penjualan ikan dengan menggunakan data elektronik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Susi ingin meniru penerapan kartu nelayan ber-chip atau cash management card. Cara ini sudah dilakukan pemerintah India bagi kapal berkapasitas di atas 300 gross ton (GT).
"Semua kapal di sana sudah diberikan AIS (Automatic Identification System) dan diberikan kartu itu," cetusnya.
(wij/hen)











































