Di depan para peserta Rapat Kerja Kementerian Perhubungan 2014, Jonan menceritakan salah satu pertanyaan Jokowi yang sangat diingatnya adalah harga bantala rel kereta api. Bahkan pertanyaan seperti ini tidak pernah muncul di benak Jonan.
"Pak Presiden tanya menyambungkan jalur kereta exisiting ke yang baru. Misal 1.000 km, beliau bukan tanya biaya semua proyek. Tapi tanya harga bantalan kereta berapa? Selisih antar bantalan berapa? Pak Presiden tanya harga 1 bantalan, itu seru juga," kata Jonan di kantor pusat Kemenhub, Jakarta, Selasa (9/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Suatu hari nanti Pak Hermanto (Hermanto Dwi Atmoko, Dirjen Perkeretaapian) saya ajak untuk jelaskan ke presiden," ujarnya.
Pengalaman dengan Jokowi itu membuat Jonan menyadari bahwa harus ada pengetahuan sampai hal-hal yang detil. Pemahaman secara detil bisa mempercepat pengambilan keputusan, sehingga tidak perlu mendisposisi ke pejabat level bawah.
"Eselon 1 nggak bisa, ke eselon 2, dan terus ke bawah. Saya nggak mau pass through, turun-turun terus. Saya nggak mau kalau nggak tahu detil. Itu penting," tegasnya.
(feb/hds)











































