"Di bawah target, sudah dapat laporan. Pokoknya defisit anggaran perkiraannya di bawah 2,4%," kata Bambang kala ditemui di kantor pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (9/12/2014).
Namun, Bambang tidak menyebutkan angka yang pasti. "Belum tahu, kan belum akhir tahun," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal serupa juga terjadi pada APBN-P 2014. Defisit anggaran yang diperkirakan Rp 190,1 triliun (2,23% PDB), realisasinya adalah Rp 146 triliun atau 1,77% PDB.
Bambang juga menyebutkan bahwa penerimaan negara dari sisi dividen BUMN mungkin akan ada perubahan. Pemerintah berencana mengurangi penarikan dividen agar BUMN bisa melakukan ekspansi, salah satunya membangun infrastruktur.
"Semua BUMN devidennya yang terkait dengan infrastruktur itu tentu jauh lebih kecil dari biasanya, dalam konteks memperkuat permodalan mereka menambah proyek infrastruktur. Jasa Marga, Pelindo, Angkasa Pura, dan BUMN karya itu," jelasnya.
Namun, Bambang tidak menyebutkan besaran pasti berapa nilai dividen yang dikurangi. Menurutnya, kebijakan ini tengah dibahas di Kementerian BUMN.
"Sedang dihitung oleh Kementerian BUMN. Tanya Bu Rini (Rini Soemarno, Menteri BUMN) ya," ujarnya.
(hds/hen)










































