"Saya melihat inflasi 1,5% November itu karena kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak). Namun sebenarnya ini belum banyak berdampak pada inflasi," kata Agus kala ditemui di Hotel Pullman, Jakarta Barat, Selasa (9/12/2014).
Bulan ini, lanjut Agus, inflasi diperkirakan masih tinggi karena dampak lanjutan kenaikan harga BBM. "Desember, kita perkirakan ada inflasi 2-2,2%," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inflasi Desember, tambah Agus, akan disebabkan oleh sejumlah faktor. Namun biasanya, inflasi Desember memang cukup tinggi karena ada Hari Natal dan Tahun Baru.
"Desember adalah musiman tekanan inflasi. Misalnya, tarif angkutan udara yang ada di kawasan yang remote bisa naik. Pangan juga perlu diwaspadai," sebutnya.
Sektor transportasi, menurut Agus, adalah yang paling perlu mendapat perhatian setelah harga BBM naik. Bila transportasi tidak dijaga, maka akan mempengaruhi harga kebutuhan pokok lainnya.
"Tolong jaga transportasi, terutama di Indonesia Timur. Itu kenaikan harga tranpsortasi naiknya luar biasa, bisa 3 kali lipat. Ini bisa terjadi kalau kita tidak jaga," tegasnya.
(hds/hen)











































