Gobel yang tiba pukul 12.50 WIB langsung bertemu Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di ruang kerjanya, lantai 7, Gedung Mina Bahari I, Jakarta.
"Hari ini kita rapat koordinasi yang kita rencanakan sejak 2 minggu lalu antara KKP dan Perdagangan. Ada beberapa tujuan yang kita bicarakan dari visi dan misinya presiden soal swasembada di negeri kita. Ekonomi negeri kita ini harus jalan," ungkap Susi yang mengenakan baju serba merah usai rapat, Selasa (9/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Basisnya, anymore money untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Kita harap produk perikanan kita tidak kena impor tarif lagi di Eropa," imbuhnya.
Dari semua masalah itu, Susi lebih menyoroti dua hal yaitu tingginya ketergantungan impor pakan dan garam Indonesia. Menurut Susi, selama setahun Indonesia mengimpor pakan ikan sebesar Rp 79 triliun.
"Lalu kedua petani garam kita ini banyak impor. Kita ingin swasembada garam, ikan, beras. Sekarang lele dan mujair saja 80% pakan impor besarnya Rp 79 triliun," katanya.
Merespons pembicaraan Susi, Rachmat Gobel berjanji akan menindaklanjutinya. Khusus garam, Gobel mengatakan, perlu adanya koordinasi dengan kementerian/lembaga teknis lainnya untuk bisa menyelesaikan ketergantungan Indonesia pada produk impor.
"Dalam diskusi bagaimana upaya kita bisa swasembada garam. Kementerian Perindustrian, Kemendag, dan KKP akan membuat roadmap industri garam kita. Membangun kemampuan kita yang tadinya impor bisa dibuat di dalam negeri. Kita bisa mempercepat swasembada garam itu sendiri," kata Gobel.
(wij/dnl)











































