"Kementerian Perhubungan diharapkan besar sekali dukungan pembangunan infrastruktur. Harapan besar sekali. Saya ingin cerita sedikit apa yang sudah dilakukan selama 1,5 bulan ini," kata Jonan dalam acara Tempo Economic Briefing, di Hotel Shangri-la, Jakarta, Rabu (10/12/2014).
Pertama, lanjut Jonan, adalah pelabuhan. Bulan ini akan diresmikan pengoperasian 20 pelabuhan laut baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 20 pelabuhan tersebut, tambah Jonan, mayoritas berada di luar Jawa. Oleh karena itu, tidak perlu pelabuhan laut dalam (deep sea port). Hanya dermaganya diperbesar.
"Ini untuk angkutan barang di Indonesia Timur. Kita tidak punya angkutan barang dengan kapal laut terjadwal, kalau penumpang ada. Kalau barang untuk Barat banyak, tapi Timur hampir tidak ada," jelasnya.
Akibatnya, menurut Jonan, harga barang dan jasa di Indonesia Timur menjadi mahal. "Saya tanya teman di sana. Premium di sini naik Rp 2.000 demo, tapi di sana Rp 10.000 sudah biasa," sebutnya.
Hal kedua, demikian Jonan, adalah bandara. Pemerintah akan memperpanjang landasan pacu di sejumlah bandara.
"Di semua ibu kota kabupaten kalau tanahnya tidak ada masalah, landasan pacu akan diperpanjang. Di Kaltim itu landasan pacu hanya 900 meter, paling panjang 1.100 meter. Papua hanya 700 meter," terangnya.
Bila pembebasan lahan berjalan lancar, Jonan mengatakan landasar akan diperpanjang menjadi 2.200 meter. Sehingga daerah-daerah tersebut bisa dikunjungi pesawat seperti Boeing 737.
"Kalau saya, daripada besar-besar nggak jalan jadi yang kecil-kecil dulu. Itu juga sudah besar kalau dikumpulkan semua," ujar Jonan.
(hds/hen)










































