Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyinggung persoalan layanan transportasi, khususnya keterlambatan layanan angkutan udara. Ia menyidir salah satu maskapai nasional yang kerap terlambat saat tiba ataupun berangkat.
"Maskapai yang sering telat apa? Lion ya," kata Jonan di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (10/12/2014).
Ia berjanji menyusuri sebab-sebab maskapai nasional sering terlambat. "Penerbangan terlambat, kapasitas bandara nggak bisa disalahkan. Ini akan diteliti," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa pakai itu? Kalau pelayanan buruk, mesti ganti operator. Ada Garuda, Sriwijaya, atau Citilink," sebutnya.
Jonan memaklumi jika keterlambatan 1-2 kali. Namun jika sampai 3 kali atau lebih dalam 1 hari atau rute, maka perlu diterliti lebih lanjut.
"Itu harus dicek kalau lebih dari 3 kali keterlambatan. Kalau soal kapasitas, bandara tidak bisa disalahkan. Mungkin karena maskapainya terlalu ekspansif," ujarnya menyindir.
Namun, tegas Jonan, Kemenhub tidak akan menjatuhkan sanksi tegas sepanjang maskapai tersebut tidak melanggar standar keselamatan transportasi udara.
"Kalau langgar safety, baru saya cabut izinnya," tutur dia.
(feb/hds)











































