Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Partogi Pangaribuan menjelaskan sebanyak 24 importir tersebut dicabut IT-nya karena tidak melakukan kegiatan impor selama 6 bulan berturut-turut.
"Sesuai dengan Permendag nomor 82 tahun 2012 pasal 17 c, bahwa bila importir yang tidak melakukan kegiatan impor selama 6 bulan berturut-turut maka izinnya harus dicabut. Aturannya bilang begitu dan itu harus dijalankan," kata Partogi dalam konferensi pers di Gedung Kemendag, Jakarta, Rabu (10/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena SK-nya (Surat Keputusan Pencabutan dari Mendag Rachmat Gobel) baru turun. Jadi kita baru bisa melakukan pencabutan," kata Partogi beralasan.
Dengan pencabutan ini, maka hanya tersisa 76 importir pemegang IT yang masih aktif sebagai importir Telepon Seluler (Ponsel), Komputer genggam dan komputer tablet.
"Jumlah IT kita yang di telepon genggam, komputer genggam dan komputer tablet ada 100. Dicabut 24, jadi tinggal 76," jelasnya.
Partogi mengatakan pencabutan izin merupakan upaya Kemendag untuk mendorong penegakan hukum di sektor perdagangan. Ia pun menjelaskan, ada beberapa alasan mengapa para importir ini tidak melakukan kegiatan impor meskipun telah memperoleh IT dari kemendag.
"Ada yang mungkin merasa tidak punya keuangan yang cukup, karena kami mensyaratkan Importir harus membangun pabrik setelah 3 tahun melakukan impor. Mungkin banyak yang mundur karena merasa nggak sanggup," tuturnya.
Selain itu, ada pemegang IT yang tidak memperoleh Surat Persetujuan Impor (SPI) dari Kementerian Perindustrian. "Bisa juga karena nggak dapat SPI karena ada syarat-syarat yang nggak bisa dipenuhi. Makanya mereka nggak bisa melakukan impornya," pungkas Partogi.
Berikut daftar 24 importir yang dicabut IT-nya:
- PT Data Citra Mandiri
- PT Menghantara Multimedia Sokusindo
- PT Vista Telesindo Prakarsa
- PT Megah Abadi Sakti
- PT Gvon Nusantara
- PT Fujitsu Indonesia
- PT Immotech Indonesia
- PT Venus Inti Jaya
- PT Erasa Mandiri Teknosis
- PT Pelangimas Indonesia
- PT Acer Manufacturing Indonesia
- PT Tocall Seluler Indonesia
- PT Artha Comfortindo Perkasa
- CV Ilufa Electronic Indonesia
- PT Maju Jaya Prima
- PT Indomac Bhakti Karya
- PT Wisma Inkopad Indonesia
- PT Triguna Perkasa Jaya
- CV Selaras Inti Persada
- PT Oaktech Nusantara
- PT Indonesia Timbangan Digital
- PT Garuda Tronic Nusantara
- PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia
- PT Cahaya Indolestari











































