Ikan RI Dicuri Rp 3.000 T Dalam 10 Tahun, Menteri Susi: Cukup untuk Bayar Utang Kita

Ikan RI Dicuri Rp 3.000 T Dalam 10 Tahun, Menteri Susi: Cukup untuk Bayar Utang Kita

- detikFinance
Kamis, 11 Des 2014 12:58 WIB
Ikan RI Dicuri Rp 3.000 T Dalam 10 Tahun, Menteri Susi: Cukup untuk Bayar Utang Kita
Ambon - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memperkirakan nilai kerugian Indonesia per tahun akibat pencurian ikan (illegal fishing) mencapai Rp 300 triliun. Pencurian ikan marak terjadi selama 10 tahun terakhir sehingga kerugiannya mencapai Rp 3.000 triliun.

Menurut Susi, dengan nilai Rp 3.000 triliun, seharusnya bisa cukup untuk membayar utang pemerintah Indonesia yang mencapai Rp 2.600 triliun.

"Nilai Rp 300 triliun per tahun itu besar. Kalau 10 tahun berarti kerugian kita Rp 3.000 triliun. Jumlah itu cukup membayar utang kita ke seluruh dunia," kata Susi saat meresmikan Pengadilan Perikanan Ambon, di Pengadilan Negeri Ambon, Jalan Sultan Khairun, Ambon, Kamis (11/12/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan Susi lantas dijawab dengan tepuk tangan pejabat yang juga datang seperti Gubernur Maluku Said Assagaff, Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali, Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Asep Burhanudin dan Dirjen Perikanan Tangkap KKP Gellwyn Yusuf. Tepuk tangan juga datang dari ratusan PNS Pemerintah Kota Ambon, Maluku.

Kerugian senilai Rp 300 triliun per tahun terjadi karena banyaknya kapal illegal yang menangkap ikan di laut Indonesia. Sehingga ikan-ikan tersebut yang seharunya bisa diekspor, justru dinikmati oleh nelayan negara lain.

"Kalau saya hitung per kapal jumlah tangkapan 600-800 ton/tahun. Jumlah kapal asing di kita ada 1.000 lebih dan yang tidak berizin 3-5 kalinya. Kerugian Rp 300 triliun per tahun sudah pasti," paparnya.

Kerugian senilai Rp 300 triliun per tahun belum termasuk dengan kerusakan laut dan pendistribusian BBM subsidi yang tak tepat sasaran serta modus penyelundupan lainnya.

"Kerugian itu belum turunan kerugian negara dari hal-hal lain seperti BBM, perdagangan manusia. Lalu ada indikasi senjata masuk lewat kapal-kapal ikan juga," jelasnya.

(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads