Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menemukan kapal besar berbendera Indonesia bernama Fak-fak penangkap ikan hiu, saat dirinya berkeliling perairan Ambon, Maluku selama 15 menit.
Kapal penangkap ikan hiu tersebut sudah disandarkan oleh TNI AL di Pangkalan Utama Angkalan Laut (Lantamal) IX Ambon.
Di kapal Fak-fak, Susi menemukan ada 1,2 ton ikan hiu beku. Ikan-ikan itu rencananya akan diselundupkan ke Tiongkok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapten kapal yang berasal dari Tegal dengan lantang menjawab akan dikirim ke Tiongkok. "Ke Tiongkok," jawabnya.
Setelah bertanya kepada sang kapten kapal, Susi memanggil salah satu Anak Buah Kapal (ABK), bernama Kasman. Terjadi dialog antara Menteri Susi dengan Kasman.
"Kamu orang mana, dan dapat ikan ini dari mana?" tanya Susi.
"Tegal, nama Kasman, tangkapan dari (Laut) Aru," jawab Kasman.
"Yang ngurus siapa di Aru?" kembali Susi bertanya.
"Nggak tahu Bu," jawab Kasman.
"Gaji kamu berapa?" tanya kembali Susi.
"Rp 45.000/hari," kata Kasman.
"Ini tangkapan sekali melaut, dapat berapa?" cecar Susi.
"Saya hanya mengangkut saja," jawab Kasman.
Kapal Fak-fak beserta barang bukti 1,2 ton ikan hiu tanpa kepala masih ditahan di Lantamal IX Ambon. Kapal beserta barang bukti ikan hiu akan menjadi bukti untuk menjerat tersangka yang terlibat pencurian ikan yang dilindungi tersebut. (wij/hen)











































