Mulai dari pembukaan Pengadilan Perikanan di Pengadilan Negeri Ambon, Susi terlihat dikawal setidaknya oleh 3 pria menggunakan pakaian serba hitam. Sedangkan ada 2 pria lain yang ikut mengawal Susi dengan menggunakan batik.
Ada juga satu orang pengawal khusus perempuan yang selalu mengikuti Susi. Semuanya terus mengawasi setiap pergerakan Susi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas kemudian saat media mencoba mengajukan pertanyaan sambil berjalan atau biasa dikenal doorstop, dibatasi pergerakannya oleh protokoler. "Nanti saja ya," jawab seorang protokoler perempuan.
Dari Pengadilan Perikanan, Susi melanjutkan blusukan ke Pelabuhan Perikanan Nasional (PPN) Ambon. Pengawalan ternyata makin ketat karena melibatkan aparat kepolisian, bahkan ada yang bersenjata.
Namun bukan berarti Susi menutup akses kepada masyarakat untuk berkomunikasi. "Mana anak-anak Ambon?" kata Susi.
Susi yang akhirnya bertemu dengan 6 orang pemuda memberikan wejangan khusus. Tetapi lagi-lagi di sekitar Susi berdiri para protokoler dan aparat polisi bersenjata.
Hal itu berlanjut hingga Susi berkunjung ke Gedung DPRD Kota Ambon. Pergerakan Susi terus diawasi protokoler hingga masuk ke mobil Toyota Camry berplat nomor RI 39.
Setelah diusut, ternyata pengetatan pengawalan terhadap Susi ada tujuannya. Susi memang sengaja meminta pengamanan ekstra kepada para protokoler.
Menurut informasi yang didapat, Susi pernah mendapatkan kejadian yang tidak diinginkan. Pada satu momen saat ia di-doorstop banyak media, rambut Susi ada seperti yang menjambak.
"Di kejadian itu, ternyata rambut Bu Menteri seperti ada yang menarik dari belakang. Oleh karena itu beliau meminta pengamanan lebih, tapi tidak mengurangi kedekatan dengan masyarakat," sebut salah seorang sumber yang enggan disebut namanya.
(wij/hds)











































