Aspirasi Otsus disuarakan langsung oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek saat berdialog dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago melalui video conference di Kantor Wali Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (15/12/2014).
"Setelah pertemuan (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional/Musrenbang) nanti, kami akan kirim surat ke Presiden Jokowi langsung. Lalu ke DPR dan DPD tentang Otonomi Khusus ini. Kami minta Bapak (Andrinof) pelajari dulu. Aspirasi ini atas analisis para ahli juga, profesor-profesor, untuk mendorong kemajuan Kaltim," papar Awang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awang mengatakan, wilayah Kaltim kaya dengan sumber daya alam batu bara dan gas namun kesejahteraan masyarakatnya masih tertinggal, terutama di daerah pedalaman. Hasil gas dan batu bara dari Kaltim justru banyak dikirimkan ke Jawa. Rencana Pemprov Kaltim membangun pembangkit listrik hingga saat ini belum dapat terwujud karena tidak adanya izin dari pemerintah pusat.
"Kami akan berjuang secara konstitusional. Otonomi Khusus ini perlu dipertimbangkan, karena tetap dalam kerangka NKRI. Orang Kaltim iri dengan orang Papua, padahal kami sumbang Rp 470 triliun tiap tahun ke NKRI. Saya harap Pak Andrinof pertimbangkan ini," jelas Awang.
"Kami juga ingin merdeka, tapi merdeka dalam hal lain. Kami ingin listrik merdeka, gas dan batu bara juga merdeka. Beri kami kewenangan," Awang menambahkan.
Menanggapi hal itu, Andrinof mengakui aspirasi itu sudah lama muncul dan pemerintah telah merespons. Menurutnya, Kaltim termasuk salah satu provinsi yang maju dibanding provinsi lain. Namun karena wilayah yang sangat luas, diakui masih banyak kawasan tertinggal terutama pedalaman.
"Tapi daerah lain seperti Papua, Maluku Utara, lebih banyak lagi ketertinggalannya. Untuk ke depan, banyak jalan untuk mengejar ketertinggalan di daerah itu. Salah satunya dengan membangun infrastruktur yang merakyat seperti pembangkit listrik," kata Andrinof.
(rmd/hds)











































