Cemex Setuju RI Pertahankan 51 % Sahamnya di Semen Gresik

Cemex Setuju RI Pertahankan 51 % Sahamnya di Semen Gresik

- detikFinance
Senin, 24 Jan 2005 14:52 WIB
Jakarta - Pemerintah dan Cemex pada Selasa (25/1/2005) besok akan menandatangai nota kesepahaman atau MoU terkait pemerintah Indonesia yang akan mempertahankan 51 persen kepemilikannya di Semen Gresik. "MoU itu untuk menegaskan kembali bahwa pemerintah tidak akan mundur dari 51 persen. Besok kita bicarakan dengan Cemex," ungkap Meneg BUMN Soegiharto disela-sela acara CNBC Strategic Forum, The New Indonesian 2005, Policy and Action di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Senin (24/1/2005).Menurut dia, sejauh ini tidak ada penolakan dari Cemex dan diharapkan kondisinya tidak berubah hingga MoU ditandatangani besok. "Saya sudah melakukan diskusi dan sampai jam 11 malam kemarin tidak apa-apa. Karena kita tidak ingin ngotot-ngototan untuk menyelesaikan ini," tukas Seogiharto.Sementara terkait kesepakatan untuk membuat joint venture pembangunan pabrik baru, Soegiharto menjelaskan, langkah itu merupakan 1 dari 6 opsi yang sebelumnya diambil oleh pemerintah untuk penyelesaian kasus dengan Cemex. Namun menurutnya, jika pembangunan pabrik dilakukan, maka hal itu menjadi tanggung jawab Semen Gresik dan bukan pemerintah. Ketika ditanya apakah pabrik semen baru itu adalah diluar pabrik Tuban 1,2 dan 3, Soegiharto enggak menjelaskannya. Namun yang jelas pabrik baru itu dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas Semen Gresik. Mengenau junmlah investasi pembangunan pabrik baru itu, Soegiharto menjelaskan skema investasi yang telah dibuat menujukkan angka 125-150 dolar per metrik ton untuk meningkatkan kapasitas tersebut. "Jadi kalau kapasitasnya 3 juta ton, tinggal dikalikan saja. Kita membangun pabrik baru ini dalam rangka win-win solution," paparnya. Pemerintah juga berencana membangun pabrik baru hingga tahun 2008 untuk memenuhi kapasitas sebesar 5-6 juta metrik ton semen. Dengan adanya pabrik baru itu diharapkan proses arbitrase bisa dihentikan. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads