Pemerataan pembangunan terus diupayakan Pemerintah salah satunya dengan memberikan batuan berupa Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP).
Program PPIP dilakukan melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera) melalui bantuan pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur desa sebesar Rp 250 juta per desa per tahun. Sejak 2010-2013, sudah ada sekitar 44.000 desa di seluruh Indonesia yang menerima program ini.
"Dengan dana tersebut, masyarakat bisa membangun berbagai bentuk infrastruktur seperti penyediaan air bersih, sanitasi (MCK Umum, drainase), jalan desa, jembatan sederhana, irigasi sederhana dan tambatan perahu. Saat ini sudah ada sekitar 44.000 sekian desa yang menerima bantuan," kata Sekretaris Dirjen Cipta Karya Kementerian PU Pera Dadan Krisnandar dalam sambutanya pada acara pameran PPIP, di Gedung Cipta Karya, Kementerian PU, Selasa (16/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan hanya pembangunannya yang swakelola, tetapi juga pemeliharaannya swakelola. Jadi ini konsepnya dari masyarakat untuk masyarakat," katanya.
Sejak 2010-2013, pemerintah sudah menggelontorkan anggaran Rp 6,9 triliun untuk dana PPIP. Hasilnya, sudah terbangun 45.165 km jalan desa, 32.784 unit jembatan, 30.788 unit tambatan perahu, 82.3594 unit gorong-gorong, 3.862,4 Km irigasi sederhana, 19.590 unit MCK dan saluran pipa air bersih sepanjang 1.194 km.
Hasil pembangunan tersebut dipamerkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya dengan menggelar Pameran dan Seminar Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP).
Acara yang digelar di gedung Cipta Karya Kementerian PU Pera menjadi ajang sosialisasi dan penyampaian hasil kerja pembangunan infrastruktur dalam Program PPIP dan RIS PNPM, juga penyampaian upaya yang telah dilakukan untuk mengelola dan memelihara infrastruktur yang sudah dibangun.
"Melalui sosialisasi ini diharapkan dapat memperoleh tanggapan positif dari masyarakat dan pemangku kepentingan," tutur Dadan.
Dalam acara ini juga akan disampaikan praktik-praktik terbaik dalam hal penyediaan infrastruktur bagi masyarakat yang tujuannya meningkatkan kemudahan akses masyarakat terhadap berbagai layanan yang disediakan pemerintah yang pada akhirnya dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.
"Semoga best practice yang sudah dilakukan dalam penyediaan infrastruktur pedesaan dapat ditiru di tempat lain sehingga pemerataan pembangunan bisa dicapai," ujar Dadan.
Hadir dalam pembukaan acara ini antara lain 200 orang yang terdiri dari kalangan akademisi, pegawai pemda, aktivis penggiat pembangunan desa dan masyarakat umum. Ada sedikitnya 28 Pemerintah Daerah penerima program bantuan PPIP yang membuka stand pameran dalam acara yang berlangsung satu hari ini.
Program di Papua
Program ini juga sudah dinikmati oleh desa-desa di Provinsi Papua Barat. Menurut Staf PPIP Papua Barat Medison saat ini sedikitnya 518 desa di Provinsi Papua Barat telah menikmati bantuan ini.
"Yang dibangun dari mulai tambatan perahu, MCK, jalan rapat beton, jembatan kayu dan infrastruktur lain seperti sumur gali untuk air bersih. Tapi paling banyak itu jalan dan MCK," kata Medison.
Ia menjelaskan, untuk memperoleh bantuan ini, terlebih dahulu dibentuk OMS alias organisasi masyarakat setempat di masing-masing desa.
"OMS ini mereka rembuk, apa yang diusulkan. Infrastruktur jenis apa yang akan mereka bangun, itu mereka yang tentukan, dan mereka yang kerjakan. Kita kasih bantuan dananya, mereka yang mengerjakan," tuturnya.
Di Papua Barat, bantuan PPIP sudah dirasakan sejak 2010. "Besarnya bantuan seperti yang sudah disampaikan ada Rp 250 juta per desa," sambungnya.
Ia berharap, bantuan seperti ini dapat terus dilanjutkan agar lebih banyak desa bisa bisa ikut menikmati pembangunan. Di Papua Barat, lanjut dia, tercatat ada sekitar 1.170 desa yang jumlahnya terus bertambah siring pemekaran yang dilakukan.
"Jadi kita berharapnya ini jangan putus supaya Papua Barat bisa semaju daerah lain," pungkasnya.











































