Masih Ada Nelayan dan Pengolah Hasil Laut di Indramayu Tak Kenal Menteri Susi

Masih Ada Nelayan dan Pengolah Hasil Laut di Indramayu Tak Kenal Menteri Susi

- detikFinance
Kamis, 18 Des 2014 14:20 WIB
Masih Ada Nelayan dan Pengolah Hasil Laut di Indramayu Tak Kenal Menteri Susi
Karangsong - Siapa tak kenal Susi Pudjiastuti yang fenomenal sejak diangkat jadi Menteri Kelautan dan Perikanan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi)? Jawabannya, nelayan dan pengolah hasil laut di Indramayu, Jawa Barat.

Meski Susi sudah sering tampil di media massa tapi ternyata tidak semua orang tahu dengan sosok perempuan nyentrik ini. Hari ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Lembaga Jasa Keuangan (LJK) memperkenalkan produk-produk perbankan seperti tabungan, kredit, dan asuransi kepada sedikitnya 1.200 pelaku unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indramayu, Jawa Barat.

Nah, pelaku UMKM tersebut diwakili oleh komunitas nelayan, petani, pengrajin hasil laut, pengolah berbasis maritim, dan lain-lain. Ketika para pelaku UMKM tersebut ditanya soal Susi, jawabannya beragam. Ada yang tahu siapa Susi, tapi ada juga yang tidak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nggak (tahu Menteri Susi). Susi siapa nggak kenal. Nggak kenal saya," ujar salah satu nelayan bernama Rusti yang ditemui detikFinance di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (18/12/2014).

Hal yang sama juga disampaikan Yani, salah satu nelayan di daerah yang sama. Ia mengaku tidak terlalu peduli dengan urusan pemerintah.

"Saya enggak ngurusin yang begitu-begitu. Saya mah cari ikan saja," ujar Yani.

Tak hanya nelayan, salah satu pengusaha UMKM pengolah hasil laut bernama Sahir (40) juga mengaku tidak tahu dengan sosok Susi.

"Nggak tahu. Tapi harapan saya kita bisa mengembangkan usaha di sini lebih baik dengan dorongan dari orang-orang di sana (pemerintah)," kata Sahir yang berprofesi sebagai penjual ikan bakar itu.

Tapi tidak semua nelayan dan pelaku UMKM di TPI Karangsong tidak kenal Susi. Banyak juga yang tahu kiprah Susi sebagai menteri.

"Oh iya, Susi Pudjiastuti. Alhamdulillah sekarang (hidup nelayan) sudah lebih baik, tapi solarnya disubsidi dong. Sekarang kan harganya naik jadinya kita keberatan," ujar nelaya bernama Yayan (30).

Menurut Yayan, ia membutuhkan solar dalam jumlah banyak karena sekali berangkat laut membutuhkan waktu hingga tiga bulan. "Jadi butuh solar banyak, kalau (harga) naik kan butuh banyak biaya," jelas Yayan.

Hal serupa diungkapkan Rusmadi yang juga berprofesi sebagai nelayan. Ia setuju subsidi solar dihapus tapi hal itu sebaiknya diberlakukan untuk kapal-kapal besar.

"Kalau kapal-kapal kecil tetap disubsidi tidak apa-apa, yang gede-gede nggak usah," ujar Rusmadi.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads