1 Minimarket Bikin 20 Warung Mati, JK Perketat Izin

1 Minimarket Bikin 20 Warung Mati, JK Perketat Izin

- detikFinance
Kamis, 18 Des 2014 19:17 WIB
1 Minimarket Bikin 20 Warung Mati, JK Perketat Izin
Jakarta -

Menjamurnya bisnis minimarket di Indonesia membuat warung-warung kelontong mati. Pemerintah berencana memperketat izin usaha minimarket.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, bisnis warung kelontong penting di Indonesia, sehingga kesenjangan ekonomi bisa diatasi.

"Minimarket di mana-mana muncul. tapi akibatnya warung-warung mati. Jadi jangan sembarang kasih izin. satu minimarket bisa menyebabkan matinya 20 warung, itu penting untuk diketahui. Soalnya kita suka minimarket murah, pakai AC macam-macam, tapi nggak boleh tingalkan toko-toko kecil," ujar JK dalam sambutannya di Musrenbangnas, Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (18/12/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut JK, pemerintah ingin menjaga keadilan berusaha di dalam negeri, antara pengusaha besar dengan pengusaha kecil. JK mengatakan, pembinaan UKM di daerah perlu ditingkatkan.

"Tanpa itu (UKM(, maka jomplang negeri ini. sekarang sudah lampu kuning. Rasio gini (tingkat kesenjangan) sudah 0,43. Di Arab, revolusi terjadi saat rasio gini 0,45. Sekarang tinggal 0,02. harus diturunkan jadi di bawah 0,4," ucapnya.

JK memerintahkan Kementerian Perdagangan segera mengeluarkan peraturan pengetatan izin usaha minimarket. Dia berdalih, dirinya tidak ingin menurunkan daya siang usaha besar, tetapi memberikan keadilan bagi usaha kecil.

"Agar tidak terjadi gesekan sosial berbahaya, justru kerugian kita semua. itulah affirmative action--mendahulukan yang kecil, bukan diskriminasi, tapi untuk menyelamatkan yang besar. kalau Anda memberikan keutamaan bagi pengusaha lokal, itu bukan berarti menghalangi pengusaha besar, tetapi supaya pengusaha selamat ada di daerah itu. Maka kita harus mendahulukan seperti itu, bukan hanya berikan izin mal, tapi juga toko-toko diperbaiki," tambahnya.

(fiq/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads