MoU RI-Cemex Urung Diteken Besok
Senin, 24 Jan 2005 22:28 WIB
Jakarta - Menneg BUMN Sugiharto memastikan MoU antara pemerintah Indonesia dengan Cemex terkait Semen Gresik pada Selasa besok urung dilakukan. Padahal sebelumnya dia menyatakan MoU tersebut akan diteken besok."Itu tidak ada, setelah saya diskusi dengan Wapres. Tadi sebenarnya saya hanya ingin menegaskan bahwa pemerintah tidak mau mundur dengan kepemilikan saham 51 persen. Jadi saya tegaskan besok tidak ada MoU," katanya saat raker dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR/MPR Jakarta, Senin (24/1/2005).Pernyataan Sugiharto itu menanggapi pertanyaan sejumlah anggota dewan menyangkut rencana pemerintah menandatangani MoU dengan Cemex. Padahal belum ada pembicaraan apapun dengan DPR.Bahkan dalam raker malam ini, salah satu anggota Komisi XI asal FPAN Drajat Wibowo sempat memutarkan kaset pernyataan BUMN siang tadi yang menyebutkan pemerintah berencana menandatangani MoU dengan Cemex besok.Dalam kesempatan raker itu, Sugiharto menyebutkan besok dirinya hanya akan melaporkan perkembangan dari reaktivasi kelanjutan negosiasi atas 3 kasus arbitrase seperti KBC, kasus Pertamina dengan Exxon, serta kasus Cemex."Jadi, sejauh ini belum ada keputusan apa-apa, karena untuk menentukan keputusan berdasarkan PP harus diputuskan secara kolektif yang melibatkan Menko Perekonomian, Menneg BUMN, Menkeu, dan Menteri Perindustrian," ujarnya.Dirinya mengaku memang berniat untuk segera menyelesaikan kasus Cemex, karena jika pemerintah kalah dalam arbitrase, maka harus membayar klaim mencapai US$ 500 juta."Sebenarnya sekarang ini sudah ada kemajuan, di mana Cemex membatalkan sidang arbitrase yang semestinya digelar 11 Januari lalu, karena kita meminta bahwa lebih baik diselesaikan di luar persidangan," kata Sugiharto.Dia juga menyebutkan, pemerintah berkeinginan untuk menganulir beberapa pasal yang menyangkut conditional sale and purchase agreement yang selama ini menghambat pengembangan Semen Gresik.Pada kesempatan itu, Sugiharto membantah penyelesaian kasus Cemex menjadi salah satu persyaratan dalam penarikan pinjaman CGI.Menyangkut desakan anggota DPR yang menginginkan pemerintah tidak melakukan spin off atas pabrik Tuban I, II, dan III, dia menyatakan hal itu akan dicatat olehnya sebagai pemegang saham."Saya akan catat keberatan itu sebagai pemegang saham. Kalau dalam RUPS tidak diajukan oleh pemegang saham, maka tidak akan dibicarakan," tegasnya.Sugiharto tadi siang menyebutkan pemerintah dan Cemex pada Selasa (25/1/2005) besok akan menandatangai nota kesepahaman atau MoU terkait pemerintah Indonesia yang akan mempertahankan 51 persen kepemilikannya di Semen Gresik.Menurut dia, MoU itu untuk menegaskan kembali bahwa pemerintah tidak akan mundur dari 51 persen. Besok pihaknya akan membicarakan hal itu dengan Cemex.Dia juga mengatakan, sejauh ini tidak ada penolakan dari Cemex dan diharapkan kondisinya tidak berubah hingga MoU ditandatangani besok. Dia mengaku sudah melakukan diskusi dan sampai jam 11 malam kemarin tidak apa-apa karena tidak ingin ngotot-ngototan untuk menyelesaikan hal tersebut.Namun malam ini, Sugiharto sepertinya terdengar tidak konsisten dengan menyatakan besok tidak ada MoU.
(sss/)











































