Namun untuk terbang kembali, Garuda Indonesia harus lolos persyaratan dan regulasi penerbangan yang diajukan pemerintah AS.
"Mari ulang 1980-an, Garuda masuk ke Amerika Serikat. Kita harus ulang lagi tapi kata Dubes AS, kita masih jauh karena ada aturan yang masih harus dibereskan," kata Indroyono saat acara peresmian bandara dan pelabuhan di Ruang Mataram, Kemenhub, Jakarta Pusat, Jumat (19/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ternyata urusan banyak di Kemenhub. Saya pikir karena Garuda Indonesia ternyata urusan bukan di Garuda. Kalau lintas sektoral let me know. Garuda masuk ke AS. Ini masalah jati diri, bukan hal baru karena 1980an, kita sudah pernah ke sana," jelasnya.
Di tempat yang sama, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan tidak menampik persoalan transportasi udara di bawah kementeriannya. Ia menyebut masih banyak persoalan harus dibereskan. Salah satunya terkait keselamatan dan keamanan penerbangan.
"Banyak sekali. Ya itu memang musti diperbaiki, mudah-mudahan sebelum 6 bulan selesai," sebutnya.
Sementara itu, Direktur Utama Garuda Arif Wibowo menjelaskan pihaknya tetap mengkaji rencana terbang langsung ke negeri paman sam tersebut namun kini Garuda Indonesia sebetulnya sudah memiliki rute penerbangan ke Amerika. Untuk penerbangan ke AS, Garuda menggandeng anggota SkyTeam.
"Begini, AS kita harus lihat yang pertama memang sekarang kita sudah punya SkyTeam. SkyTeam itu membuka kesempatan kita untuk masuk co share dengan sesama anggota. Kita bisa dengan Delta Airlines. Jadi tahap Awal, kita lagi lihat perkembangannya," paparnya.
(feb/ang)











































