Sekarang juga dinilai saat yang tepat untuk mengakhiri konflik antara Rusia dan Ukraina yang menjadi selama ini jadi penyebab krisis ekonomi di kedua negara. Presiden Ukraina Petro Poroshenko harus mau bekerja sama dengan Putin supaya bisa keluar dari krisis.
Mereka butuh penengah dalam negosiasi ini, seseorang yang bisa netral dan memberikan solusi terbaik bagi kedua negara. Seperti dikutip dari CNBC, Senin (22/12/2014), Putin dan Poroshenko butuh Kanselir Jerman, Angela Merkel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan utang jatuh tempo sebanyak US$ 30 miliar di Desember ditambah US$ 150 miliar tahun depan, Rusia bisa jadi gagal bayar utang ke krediturnya yang beberapa ada dari Uni Eropa.
Sejak menginvasi Ukraina, Rusia mendapat tekanan dari banyak negara. Tak hanya negaranya yang kena imbas, tapi juga para petinggi dan pebisnis di sekitar Putin.
Rusia dan Iran kini mengalami hal yang sama, punya sumber daya banyak tapi tidak punya pembeli. Arab Saudi juga tidak mau berbagai pangsa pasar di Asia meski harga minyak sedang jatuh seperti sekarang ini.
Jika ingin normal, Rusia juga butuh stabilitas ekonomi di Ukraina. Nah, di sini lah peran Merkel masuk. Hubungan yang unik antara Merkel dengan Putin dan Poroshenko bisa menjadi kunci keberlangsungan ekonomi Rusia, Ukraina, dan Uni Eropa.
Uni Eropa juga harus bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) tapi tetap di bawah kepemimpinan Merkel. Cara berdamainya bisa macam-macam, yang terpenting Rusia bisa menarik pasukan dari Ukraina dan mulai menyalurkan gas ke negara tetangganya itu.
Kedua pihak juga harus mau menerima kesepakatan damai di bawah pengasawan Organization of Security and Cooperation dari Eropa.
Pihak ini akan terus memonitor perkembangan antara kedua negara. Jika ada salah satu yang melanggar, maka semua kesepakatan batal.
Jika rencana ini akan berjalan dengan baik maka Rusia akan dapat akses lagi ke perbankan Eropa untuk tambah modal produksi migas. Ukrainan juga dapat kesempatan untuk mereformasi ekonominya sehingga bisa menarik investor asing.
Merkel harus bisa meredam suasana tetap dingin antara Rusia dan Ukraina melalui pendekatan kepada dua presidennya.
(ang/dnl)











































