Wanita Ini Satu-satunya yang Bisa Selamatkan Rusia dari Krisis Ekonomi

Wanita Ini Satu-satunya yang Bisa Selamatkan Rusia dari Krisis Ekonomi

- detikFinance
Senin, 22 Des 2014 13:50 WIB
Wanita Ini Satu-satunya yang Bisa Selamatkan Rusia dari Krisis Ekonomi
Foto: AFP
Jakarta - Ekonomi Rusia sedang masuk masa sulit gara-gara kombinasi rendahnya harga minyak dan sanksi dari negara-negara barat. Ada satu orang yang bisa menyelamatkan Presiden Rusia Valdimir Putin dan mengeluarkan Rusia dari krisis.

Sekarang juga dinilai saat yang tepat untuk mengakhiri konflik antara Rusia dan Ukraina yang menjadi selama ini jadi penyebab krisis ekonomi di kedua negara. Presiden Ukraina Petro Poroshenko harus mau bekerja sama dengan Putin supaya bisa keluar dari krisis.

Mereka butuh penengah dalam negosiasi ini, seseorang yang bisa netral dan memberikan solusi terbaik bagi kedua negara. Seperti dikutip dari CNBC, Senin (22/12/2014), Putin dan Poroshenko butuh Kanselir Jerman, Angela Merkel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Krisis yang terjadi di Rusia dan Ukraina juga membuat ekonomi Uni Eropa di ujung tanduk. Apalagi setelah nilai tukar ruble mencapai titik terendahnya sepanjang masa.

Dengan utang jatuh tempo sebanyak US$ 30 miliar di Desember ditambah US$ 150 miliar tahun depan, Rusia bisa jadi gagal bayar utang ke krediturnya yang beberapa ada dari Uni Eropa.

Sejak menginvasi Ukraina, Rusia mendapat tekanan dari banyak negara. Tak hanya negaranya yang kena imbas, tapi juga para petinggi dan pebisnis di sekitar Putin.

Rusia dan Iran kini mengalami hal yang sama, punya sumber daya banyak tapi tidak punya pembeli. Arab Saudi juga tidak mau berbagai pangsa pasar di Asia meski harga minyak sedang jatuh seperti sekarang ini.

Jika ingin normal, Rusia juga butuh stabilitas ekonomi di Ukraina. Nah, di sini lah peran Merkel masuk. Hubungan yang unik antara Merkel dengan Putin dan Poroshenko bisa menjadi kunci keberlangsungan ekonomi Rusia, Ukraina, dan Uni Eropa.

Uni Eropa juga harus bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) tapi tetap di bawah kepemimpinan Merkel. Cara berdamainya bisa macam-macam, yang terpenting Rusia bisa menarik pasukan dari Ukraina dan mulai menyalurkan gas ke negara tetangganya itu.

Kedua pihak juga harus mau menerima kesepakatan damai di bawah pengasawan Organization of Security and Cooperation dari Eropa.

Pihak ini akan terus memonitor perkembangan antara kedua negara. Jika ada salah satu yang melanggar, maka semua kesepakatan batal.

Jika rencana ini akan berjalan dengan baik maka Rusia akan dapat akses lagi ke perbankan Eropa untuk tambah modal produksi migas. Ukrainan juga dapat kesempatan untuk mereformasi ekonominya sehingga bisa menarik investor asing.

Merkel harus bisa meredam suasana tetap dingin antara Rusia dan Ukraina melalui pendekatan kepada dua presidennya.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads