Impor Daging Sapi Akan Dibatasi, Pengusaha Ini Marah Besar

Impor Daging Sapi Akan Dibatasi, Pengusaha Ini Marah Besar

- detikFinance
Senin, 22 Des 2014 15:00 WIB
Impor Daging Sapi Akan Dibatasi, Pengusaha Ini Marah Besar
Jakarta - Importir daging sapi mengendus, pemerintah akan membatasi kuota impor daging sapi tahun depan. Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi) Thomas Sembiring marah besar.

"Kita takut hal ini meresahkan. Kalau harga daging mahal nanti yang dituding pengusaha menimbun, atau kartel lah," ungkap Thomas dengan nada tinggi, saat berdiskusi dengan media di Warung Daun Cikini, Jakarta, Senin (22/12/2014).

Thomas menambahkan, dengan pembebasan kuota impor daging sapi seperti saat ini saja, harga daging masih naik di atas Rp 90.000/kg. Hal itu disebabkan karena fluktuasi nilai tukar rupiah yang berpengaruh kepada harga jual daging di pasar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang saja, harga daging sapi naik karena kurs dolar naik," imbuhnya.

Melejitnya harga daging sapi menurutnya sudah terjadi di 2012. Saat ini pemerintah mengklaim jumlah pasokan sapi hidup lokal 14,8 juta ekor, sehingga kuota impor daging dibatasi hanya 38.000 ton.

Kemudian di 2013, Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan sensus sapi lokal dengan jumlah populasi 12 juta, sehingga kuota impor daging ditambah menjadi 40.000 ton. Namun kuota daging sebesar 2.000 ton tidak dapat menurunkan harga daging yang saat itu tembus Rp 150.000/kg.

Akhirnya, sejak Agustus 2013 hingga 2014, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengambil sikap membebaskan kuota impor daging sapi dan sapi hidup (bakalan dan siap potong), dengan berdasarkan harga referensi yang ditetapkan Rp 76.000/kg.

"Kami inginkan pasar yang menentukan kebutuhan," katanya.

(wij/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads