"Hitungan kita, kebutuhan daging sapi 639.000 ton," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Protein Hewan Indonesia (APPHI) Noverdi Bross di Warung Daun Cikini, Jakarta, Senin (22/12/2014).
Jumlah itu menurutnya naik 8% dari kebutuhan daging sapi tahun ini 590.000 ton. Sedangkan kebutuhan daging sapi di 2013 hanya 529.000 ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebutuhan daging sapi sebesar 639.000 ton di tahun mendatang dibagi menjadi dua, yaitu sebanyak 355.979 ton berasal dari daging sapi lokal, dan daging impor sebanyak 283.877 (60% sapi bakalan dan 40% sapi beku).
Permintaan daging sapi merata dari konsumen hingga industri. Dari jumlah 639.000 ton, 20% dijual di toko daging dan supermarket, industri pengolahan besar sebanyak 22%, industri horeka (hotel, restoran, dan katering) 27%, dan UKM termasuk bakso 31%.
Bross juga menjelaskan, dengan angka 639.000 ton, maka tingkat konsumsi daging masyarakat Indonesia meningkat menjadi 0,2 kg/kapita/tahun.
"Dengan asumsi peningkatan jumlah per kapita 2,3 kg dari 2,1 kg. Kita mau kebutuhan daging setiap tahun semakin naik bukan menurun," jelasnya.
(wij/dnl)











































