Semen Gresik Nilai Tak Perlu Cemex Untuk Bangun Pabrik Baru
Selasa, 25 Jan 2005 14:11 WIB
Jakarta - Direktur Utama PT Semen Gresik tbk (SMGR) Satriyo mengatakan, pihaknya memang membutuhkan pabrik baru karena meningkatnya permintaan semen. Namun ditegaskan, untuk pembangunan pabrik baru, Semen Gresik bisa melakukannya sendiri.Satriyo mengungkapkan hal itu disela-sela BUMN Summit di Bidakara, Jakarta, Selasa (25/1/2005).Menurutnya, kapasitas pabrik baru tersebut idealnya sebesar 2,5 juta ton dimana pembangunannya membutuhkan waktu 3-4 tahun. Untuk itu, lanjut dia, pendirian pabrik baru itu diharapkan sudah bisa dilakukan mulai tahun ini. "Kita memang butuh pabrik baru. Itu diluar Tuban 1,2,3. Mungkin bisa di Jateng, Jabar atau Kalimatan. Untuk pembangunan pabrik baru itu kita bisa sendiri," kata Satriyo.Pernyataan Satriyo ini untuk mempertegas pernyataan pemerintah yang akan membangun pabrik Semen baru untuk menjembatani permasalahannya dengan Cemex.Satriyo menegaskan, pihaknya sama sekali tidak perlu menggandeng Cemex dalam pembangunan pabrik baru itu. "Kita bisa sendiri karena kita punya internal cash," tegasnya. Ia mengungkapkan, untuk pembangunan pabrik baru tersebut diperlukan dana sebesar US$ 350 juta untuk kapasitas sebesar 2,5 juta ton semen. Sementara saat ini dana internal cash perseroan mencapai US$ 100 juta. Sisanya, menurut Satriyo bisa dicarikan lewat pinjaman bank, peneritan obligasi atau pasar uang. Satriyo sendiri mengaku belum mengerti apa yang dimaksud pemerintah dengan joint venture tersebut. Untuk tahun 2005, Satriyo memperkirakan pertumbuhan penjualan naik 5-6 persen dibanding tahun 2004. Sedangkan tahun 2004 diperkirakan mencapai Rp 5-6 triliun. Untuk produksi semen tahun 2004 mencapai Rp 16 juta ton dimana tahun ini diperkirakan produksinya tumbuh 8 persen. Perseroan tidak berencana melalukan stock split meskipun harga saham Semen gresik saat ini sudah cukup tinggi. "Belum ada rencana kesana," tegasnya.
(qom/)











































