AS Pertimbangkan Keringanan Perdagangan Negara Kena Tsunami
Selasa, 25 Jan 2005 15:35 WIB
Jakarta - Pemerintah AS tengah mempertimbangkan untuk memberi keringanan perdagangan diantaranya pemotongan sejumlah tarif kepada negara-negara di Asia yang terkena dampak tsunami. Kantor Perwakilan Perdagangan AS atau US Trade Representative (USTR) mengatakan, saat ini pihaknya tengah mendiskusikan beberapa 'inisiatif perdagangan' dengan menteri-menteri perdagangan dan duta-duta besar negara yang terkena tsunami di Washington. Kamar Dagang AS juga telah meminta adanya pemotongan tarif sementara pada sejumlah produk kunci dari negara-negara tersebut. "Perdagangan akan menjadi bagian yang penting dari usaha rekonstruksi AS paska tsunami," ujar juru bicara USTR Neena Moorjani kepada AFP, Selasa (25/1/2005).Moorjani mengatakan, agar usaha ini efektif, maka setiap keringanan perdagangan harus merefleksikan kebutuhan dari negara-negara yang terkena dampak tsunami.Ia menjelaskan, dengan berdasarkan pada kebutuhan dan kesempatan yang telah diidentifikasi dalam pembicaraan antara USTR dan negara-negara tersebut, maka selanjutnya USTR akan bekerja lebih dekat dengan lembaga-lembaga pemerintah lainnya, sektor swasta AS dan kongres AS. Hal itu dimaksudkan untuk mengembangkan proposal sehingga memungkinkan tersedianya alat-alat perdagangan dan juga inisiatif. Namun demikian, indikasi awal bahwa pemerintahan Bush akan memotong tarif untuk impor tekstil dan udang dari negara-negara terkena tsunami tersebut dilaporkan memicu protes dari sejumlah industri di AS. Industri udang dan juga tekstil di AS mengaku selama ini sudah menderita kerugian yang sangat menyakitkan.
(qom/)











































