Daftar Para CEO BUMN yang 'Banting Setir' di Era Jokowi

Daftar Para CEO BUMN yang 'Banting Setir' di Era Jokowi

- detikFinance
Kamis, 25 Des 2014 15:55 WIB
Daftar Para CEO BUMN yang Banting Setir di Era Jokowi
Jakarta - Pasca pengumuman kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) Oktober lalu, beberapa sosok profesional di BUMN 'naik kelas' jadi menteri. Bahkan ada juga yang harus bergeser atau 'banting setir' memimpin BUMN lainnya.

Berdasarkan data yang disusun oleh detikFinance, Kamis (25/12/2014) berikut beberapa profesional atau CEO BUMN yang 'banting setir' jadi menteri hingga jabatan lainnya.

Arief Yahya

Presiden Jokowi dan dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menunjuk Arief Yahya sebagai Menteri Pariwisata. Jabatan Arief sebelumnya adalah CEO PT Telkom yang merupakan perusahaan telekomunikasi BUMN.

Arief melakukan transformasi dari perusahaan telekomunikasi berbasis kabel menjadi salah satu pemain besar industri telekomunikasi selular dan data internet di tanah air.

Keberhasilan ini tak terlepas dari peran Arief yang andal dalam melakukan promosi dan jeli dalam melihat peluang baru di masa depan. Hal ini juga yang menjadi pertimbangan Jokowi sehingga menunjuk Arief untuk mengawal progam pariwisata Indonesia.

"Pak Arief Yahya adalah CEO PT Telekomunikasi Indonesia yang profesional dan mumpuni dan pemasaran, dan penerima anugerah Marketeer of the Year 2013," kata Jokowi.

Ignasius Jonan

Pernah Menjabat sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Ignasius Jonan saat ini menjabat sebagai Menteri Perhubungan di Kabinet Kerja pimpinan Presiden Jokowi.

Bidang kerja yang dihadapinya memang tak jauh beda dengan yang pernah digelutinya selama menjadi bos BUMN kereta ini. Hanya saja, ruang lingkup tugasnya menjadi berlipat ganda. Lebih luas dan lebih kompleks karena bukan lagi hanya mengurusi kereta api dan rel-nya, Jonan juga harus mengurusi pesawat dengan bandaranya, hingga kapal laut dan pelabuhan.

Prestasi terbesarnya memperbaiki layanan transportasi kereta api yang sebelumnya dianggap sebagai transportasi jorok dan amburadul menjadi transportasi pilihan yang nyaman dan andal.

Berbagai perbaikan dari mulai peremajaan armada, moderenisasi sistem transaksi pembayaran hingga pembenahan fasilitas stasiun menjadi kerja keras Jonan yang hasilnya bisa dinikmati masyarakat saat ini.

Berkat Kerja kerasnya itu, Jonan dinobatkan sebagai Marketeer of The Year (MotY) 2014 dalam ajang MarcPlus Conference yang digelar MarkPlus Inc.

Dwi Soetjipto

Sosok pria berambut putih yang jago silat ini sempat menggemparkan pemberitaan di media masa beberapa waktu lalu. Dwi Soetjipto ramai diperbincangkan lantaran ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero).

Penunjukan pria yang pernah menjabat sebagai orang nomor satu di PT Semen Indonesia ini sempat tak diduga, karena sektor usaha yang digeluti sebelumnya jauh berbeda dengan saat ini.

Namun demikian, tentu bukan tanpa alasan Dwi ditunjuk sebagai orang nomor satu di Pertamina.

Prestasi Dwi tergolong banyak, dari mulai menyatukan tiga perusahaan semen BUMN, mencaplok Thanglong Cement Vietnam hingga menjadi salah satu pemain industri semen yang diperhitungkan di pasar Asia Tenggara.

Dwi juga membuktikan diri mampu memimpin perusahaan terbuka dengan menerapkan sistem pelaporan keuangan yang transparan. Ini dibuktikannya dengan beberapa kali memperoleh penghargaan di bidang tata kelola perusahaan

Dengan pengalamannya itu, diharapkan Dwi bisa membawa Pertamina lebih besar secara bisnis dan jangkauan usaha, dan lebih transparan secara tata kelola perusahaan.

Sofyan Basir

Tokoh yang juga ramai dibicarakan karena peralihan sektor usaha yang sangat signifikan adalah Sofyan Basir baru saja ditunjuk sebagai Direktur Utama PT PLN.

Banyak orang terheran-heran karena latar belakangnya sebagai bankir sangat berbeda dengan sektor usaha yang digelutinya saat ini di bidang kelistrikan.

Prestasi Sofyan Basir terbukti sukses membawa BRI menjadi Bank nasional dengan jangkauan terluas hingga ke pelosok serta dianggap berhasil meningkatkan mutu pelayanan lewat peningkatan mutu sumberdaya manusia yang berkualitas di BRI.

Menteri BUMN Rini Soemarno menilai latar belakang Sofyan sebagai seorang bankir diharapkan mampu memperbaiki kinerja PLN. Kemudian, Sofyan juga dinilai berhasil mengelola sumber daya manusia (SDM) yang besar di BRI.

"Tidak cuma keuangan, tapi SDM juga. PLN ada 125 ribu orang pegawai, dan diharapkan bisa melakukan peningkatan kualitas SDM sama seperti beliau di BRI," jelas Rini.

Sudirman Said

Sudirman Said saat ini menjabat sebagai Menteri ESDM. Sebelum ditunjuk jadi menteri, Sudirman merupakan Direktur Utama PT Pindad (Persero) yang merupakan BUMN produsen berbagai jenis produk alat utama sistem persenjataan (alutsista). Padahal pria kelahiran Brebes 16 April 1963 ini baru menjabat Dirut Pindad pada Juni 2014 lalu.

Prestasi yang paling menonjol sehingga dirinya terpilih untuk menduduki posisi menteri adalah keterlibatan dalam organisasi pro pemberantasan korupsi dengan mendirikan β€ŽMasyarakat Transparansi Indonesia (MTI), dan pernah menjadi ketuanya.

Prestasi ini menjadi bekalnya untuk memberantas mafia di sektor migas. Belakangan ini kementerian ESDM menjadi sorotan publik terkait kasus korupsi yang melibatkan Mantan Menteri ESDM Jero Wacik dan Mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini.

"Saya sehari-hari juga menghabiskan waktu untuk bekerja dan aktif diaktivitas anti korupsi dan clean governance. Jadi kemanapun saya pergi saya selalu membawa semangat tersebut," kata Sudirman.
Halaman 2 dari 6
(dna/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads