Demikian dikemukakan Suryamin, Kepala BPS, dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Jumat (2/1/2015).
"Dibanding 2013 lebih rendah sedikit. Walaupun sama-sama ada efek dari kenaikan harga BBM, pada 2013 inflasi 8,38%," kata Suryamin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inflasi yang cukup tinggi di Desember sudah diperkirakan jauh-jauh hari. Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyebutkan inflasi Desember akan sebesar 2,1-2,2%.
"Kisaran minggu ketiga, inflasi Desember 2,1-2,2%. Angka tertinggi di tahun ini dan ini sudah diperkirakan," kata Agus pekan lalu.
Agus menjelaskan, perkiraan angka inflasi tersebut sudah memperhitungkan dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubidi. Kenaikan harga BBM menyumbang inflasi sekitar 0,6%.
"Harga BBM di November relatif dampaknya belum besar. Dampaknya besar di Desember, karena ada momentum Natal dan Tahun Baru. Ada tekanan," paparnya.
Secara tahunan (year on year/yoy), Agus kala itu menyebutkan inflasi tahun ini akan berada di kisaran 8,1-8,2%. "Inflasi Desember 2,1-2,2%, dampak BBM 0,6%. Selebihnya volatile food dan administered price. 8,1-8,2% yoy," sebut Agus.
(mkl/hen)











































