Di kalangan orang miskin perkotaan, pengeluaran untuk beras adalah 23,39% sementara rokok 11,18%. Kemudian di perdesaan, pengeluaran untuk beras adalah 31,61% dan rokok 9,39%.
"Beras dan rokok jadi penyebab utama yang memberikan pengaruh terhadap kemiskinan," ungkap Kepala BPS Suryamin dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (2/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau beras karena memang makanan pokok. Tapi kalau rokok itu, aduh, tidak jadi kalori dan masih saja dikonsumsi. Harusnya uang rokok itu dibelikan ke beras," tegasnya.
Selain itu, lanjut Suryamin, yang memberikan andil pada kelompok makanan adalah telur ayam ras, daging ayam ras, gula pasir, mie instan, gula pasir, tempe dan tahu, bawang merah, serta kopi.
Untuk di luar makanan, pengaruh terbesar datang dari perumahan, listrik, bensin, pendidikan, pakaian jadi anak-anak, dan angkutan.
"Peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan pernana komoditi bukan makanan," tukasnya.
Pada September 2014, peranan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan mencapai 73,47% dan sisanya non makanan.
(mkl/hds)











































