Asumsi Makro APBN-P 2014 Banyak Meleset

Asumsi Makro APBN-P 2014 Banyak Meleset

- detikFinance
Senin, 05 Jan 2015 15:38 WIB
Asumsi Makro APBN-P 2014 Banyak Meleset
Bambang Brodjonegoro, Menteri Keuangan
Jakarta - Pemerintah mengumumkan realisasi sejumlah data-data ekonomi. Sejumlah asumsi makro dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P) 2014 ternyata meleset.

Misalnya pertumbuhan ekonomi, yang diasumsikan 5,5%. Bambang Brodjonegoro, Menteri Keuangan, menyebutkan pertumbuhan ekonomi 2014 kemungkinan hanya mencapai 5,1%.

"Ini baru angka sementara. Tapi proyeksi paling tinggi adalah 5,1%," kata Bambang dalam jumpa pers di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (5/1/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian inflasi yang diasumsikan 5,3% realisasinya mencapai 8,36%. Menurut Bambang, lonjakan inflasi tidak lepas dari dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada November 2014.

Lalu rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang diasumsikan Rp 11.600/US$ realisasinya Rp 11.878/US$. "Lebih lemah dari rata-rata setahun," ujar Bambang.

Dia menilai, melemahnya rupiah lebih disebabkan faktor eksternal. Penguatan dolar AS yang cukup kuat juga terjadi terhadap mata uang utama dunia sepanjang 2014.

Untuk harga minyak mentah Indonesia (ICP), lanjut Bambang, dari asumsi US$ 105/barel realisasinya hanya US$ 97/barel. Selama 2014, harga komoditas (termasuk minyak) memang cenderung turun.

"ICP dari US$ 105/barel realisasinya cuma US$ 97/barel, jadi lebih rendah US$ 8. Ini mengurangi anggaran subsidi BBM, tapi juga mengurangi penerimaan," kata Bambang.

Sementara produksi siap jual (lifting) minyak tidak mencapai asumsi 818.000 barel/hari. Realisasinya hanya 794.000 barel/hari. Sedangkan lifting gas realisasinya 1,2 juta barel/hari, sesuai dengan asumsinya.

(hds/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads