Allianz adalah perusahaan yang menjadi pihak yang menjadi pimpinan konsorsium asuransi (lead insurer) untuk AirAsia. Wendy Koh, Head of Communications Asia Allianz, belum banyak berkomentar banyak soal teknis pembayaran klaim asuransi atas insiden ini.
"Dalam tahapan saat ini, masih terlalu awal untuk memberi komentar. Kami mengucapkan belasungkawa dan doa kepada semua pihak yang terdampak dengan insiden ini," tulis Koh dalam surat elektroniknya kepada detikFinance yang diterima Selasa (6/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan terus membantu klien secepat mungkin. Kami juga akan bekerja sama dengan para broker dan co-reinsurer," sebut Koh.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hari ini akan memberikan keterangan mengenai asuransi para korban pesawat QZ 8501. Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK Firdaus Djaelani kemarin menyebutkan, seluruh perusahaan asuransi yang terlibat siap membayarkan klaim.
"Saya sudah bertemu dengan perusahaan asuransi, tidak masalah. Mereka siap semuanya, tinggal persoalannya kapan," kata Firdaus.
Menurut Firdaus, beberapa perusahaan asuransi yang terlibat di antaranya adalah PT Jasa Raharja (Persero), PT Jasindo (Persero), PT Asuransi Dayin Mitra Tbk (ASDM), dan PT Asuransi Sinar Mas.
Jika proses pencarian dinyatakan selesai, maka urusan selanjutnya adalah administrasi. Para perusahaan asuransi ini mulai mendata para ahli waris dari korban untuk pemberian santunan.
"Misalnya persoalan ahli warisnya sudah clear and clean, nanti kita lakukan pembayaran santunan," ucap Firdaus.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungagn mengatakan, pesawat AirAsia QZ9501 yang terbang dari Surabaya-Jakarta tidak memiliki izin terbang di hari tersebut. Ada oknum yang diduga memberikan 'izin hantu' sehingga pesawat tersebut bisa terbang.
(hds/dnl)











































