"Prediksinya sampai Desember secara total US$ 178 miliar. Tahun ini berat," kata Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Nus Nuzulia Ishak di kantor Kemendag, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Selasa (6/01/2015).
Menurutnya dari nilai itu, mayoritas pendapatan ekspor disumbang dari sektor non migas US$ 146-148 miliar. Adapun beberapa produk utama yang menjadi andalan selain sawit serta otomotif seperti perhiasan dan produk plastik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat yang sama Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Kemendag Partogi Pangaribuan mengungkapkan Kemendag menargetkan ekspor di tahun 2015 mencapai US$ 192,5 miliar.
Untuk mencapai target tersebut, pihaknya tengah menyusun strategi agar capaian US$ 192,5 miliar tercapai seperti mencari pasar baru dan memproduksi lebih banyak produk yang diminati masyarakat internasional. Pada 2012, Indonesia sempat meraih kinerja ekspor di atas US$ 200 miliar.
"Di global ada pertumbuhan ekonomi di Amerika dan Eropa kita yakin ekspor kita akan meningkat di tahun 2015. Kita sedang penyusunan strategi ekspor 2015," jelasnya.
(wij/hen)











































