Ini Ide Mendag Gobel untuk Kerek Harga Karet dan Sawit yang Anjlok

Ini Ide Mendag Gobel untuk Kerek Harga Karet dan Sawit yang Anjlok

- detikFinance
Selasa, 06 Jan 2015 16:35 WIB
Ini Ide Mendag Gobel untuk Kerek Harga Karet dan Sawit yang Anjlok
Jakarta - Harga karet dan sawit di pasar internasional terus mengalami penurunan ke titik terendah. Saat ini harga karet sekitar 177-180 yen/kg atau setara Rp 18.585-18.900/kg, sedangkan harga sawit US$ 625-US$655/metrik ton.

Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel punya gagasan agar petani tidak terpukul dari rendahnya harga jual karet dunia dan sawit.

"Harga karet jatuh. Saya hubungi Menteri PU (Pekerjaan Umum-Perumahan Rakyat) bahas bagaimana pembangunan infrastruktur seperti aspal bisa dicampur karet agar kualitas bisa naik," ungkap Gobel saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jalan Ridwan Rais Jakarta, Selasa (6/01/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga meminta perlakuan yang sama pada produk sawit Indonesia. Gobel berharap program mandatori atau pencampuran biodiesel yang berasal dari minyak sawit ke dalam minyak solar hingga 10%-20% di 2018 bisa ditingkatkan. Cara ini dilakukan untuk menekan kerugian dari anjloknya harga sawit dunia saat ini sebesar US$ 625-655/metrik ton.

"Sawit juga kenapa kita tidak dibutuhkan untuk energi kita," imbuhnya.

Ia optimistis, petani sawit dan karet tidak mengalami kerugian dari anjloknya harga dua komoditas dunia ini. Di satu sisi pemenuhan kebutuhan karet dan sawit di dalam negeri bisa terpenuhi.

"Jadi ada harapan. Di pasar dunia kesulitan bagaimana memberdayakan pasar domestik kita. Jadi kita melihat pasar domestik kita harus diberdayakan," tukasnya.

(wij/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads