Karyawan PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) sudah tak menikmati gajinya setahun lebih. Nasib karyawan pun tak menentu. Ada yang harus mengais rezeki dengan berdagang, sampai yang diceraikan istri karena nasib pekerjaannya tak jelas.
Salah satu karyawan yang masih bekerja di maskapai penerbangan yang melayani rute perintis ini bercerita bagaimana nasib rekan-rekannya bertahan di Merpati pasca terkatung katung dan berhenti beroperasi.
"Ada yang harus berdagang, jualan di sektor informal. Jualannya macam-macam itu ada," ujarnya detikFinance di kantor Merpati, Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pilot ada yang jualan, juga mantan pejabat yang berbisnis kuliner itu juga ada. Untuk bisa bertahan hidup ada yang sampai jualan, beralih profesi," jelasnya.
Bukan tanpa alasan, dia juga mengakui sulit untuk terus bekerja tanpa digaji selama setahun lebih. Tak sedikit juga karyawan Merpati memilih untuk resign atau mengundurkan diri dan mencari pekerjaan lain.
Itu belum seberapa. Karyawan itu juga bercerita, ada rekannya yang diceraikan istri karena tak mendapat gaji yang jelas. "Ada yang sampai dicerai. Cerita teman-teman begitu," jelasnya. (zul/ang)











































