Harapan Pegawai Merpati Agar Si Ekor Kuning Bisa Terbang Lagi

Harapan Pegawai Merpati Agar Si Ekor Kuning Bisa Terbang Lagi

- detikFinance
Rabu, 07 Jan 2015 17:28 WIB
Harapan Pegawai Merpati Agar Si Ekor Kuning Bisa Terbang Lagi
Jakarta - PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) pernah menjadi salah satu maskapai nasional yang pernah merajai penerbangan perintis. Namun kini, nasib (BUMN) tersebut kian tak jelas, terlebih saat pemerintahan Presiden Jokowi menyatakan sulit untuk menyelamatkan Merpati dari keterpurukan.

Saat detikFinance menyambangi kantornya di Gedung Basarnas, Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, karyawan Merpati masih aktif bekerja. Mereka sukarela bekerja meski tak diberi upah lebih dari setahun lamanya.

Di beberapa ruangan‎, baik karyawan pria atau wanita masih sibuk bekerja. Mereka mengetik, hilir mudik membawa tumpukan kertas dokumen ataupun yang hanya sedang mengobrol satu sama lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di salah satu ruangan di lantai 11 kantor itupun, suasana kerja lebih terasa. Ada aktivitas belajar mengajar di Merpati Training Center itu. Kecintaan terhadap perusahaan yang membuat mereka hingga kini masih bertahan.

Namun, sukarela bukan berarti tanpa harapan. Mereka pun menginginkan kejelasan dari pekerjaan yang digelutinya. ‎Jauh di lubuk hati terdalam mereka tak kuat untuk bekerja tanpa digaji, terlebih satu per satu rekan kerjanya beralih bekerja di tempat lain. Dari 1.470 karyawan di akhir 2013, kini tersisa 970 orang.

"Kita minta kejelasan keputusan, Merpati ini mau diteruskan atau ditutup," harap GM Corporate Secretary Merpati, Purwatno saat berbincang dengan detikFinance, Rabu (7/1/2015).

Meski begitu, Purwatmo dan rekan-rekannya masih sangat menaruh harapan besar agar Merpati bisa diselamatkan. Beroperasi dan kembali mengudara, bukan hanya sibuk di kantor, namun juga di bandara.

Alasan Purwatmo tak mengada-ngada. Dia menilai, banyak rute-rute yang diterbangi Merpati tak diterbangi maskapai penerbangan lain. Karena diketahui, maskapai berjuluk "Si Ekor Kuning" ini merupakan maskapai penerbangan perintis.

"Kita punya rute-rute yang unik. Kita menyambungkan dari Sabang sampai Merauke. Kita mintanya Merpati tetap beroperasi," ucap Purwatmo.

Direktur Utama Merpati, Captain Asep Ekanugraha menjadi single fighter karena sudah ditinggal terlebih dahulu oleh jajaran direksi yang lain. Asep kini harus hilir mudik berkeliling sana-sini demi kejelasan nasib Merpati, dan karyawan-karyawan yang telah loyal pada si Ekor Kuning.

(zul/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads