Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Sugihardjo, mengatakan angkutan bus AKAP kebanyakan memakai bensin solar. Maka dari itu, dengan penurunan solar yang tidak signifikan maka tidak ada penurunan tarif.
Sementara untuk tarif angkot menjadi tanggung jawab dan kewenangan pemerintah daerah (pemda). Menurutnya, dimungkinkan ada penyesuaian tarif karena angkot menggunakan bensin premium. Harga bensin premium sudah turun cukup banyak dan masih akan turun lagi bulan depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Sugihardjo usul tarif angkot sebaiknya tidak usah naik, tapi didorong untuk tingkatkan kualitas pelayanan.
"Kita harus kembalikan ke pelayanan, tak mungkin fluktuatif naik-turun terus," tukasnya.
(ang/dnl)











































